Pengertian Komunikasi Verbal dan Nonverbal

www.pengertianteksprosedur.com - Komunikasi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial seseorang. Setiap orang dalam setiap harinya pasti melakukan interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

Hal tesebut sesuai dengan kodrat manusia yang diciptakan tuhan sebagai makhluk sosial. Dalam berkomunikasi dengan sesamanya, manusia memiliki dua cara yaitu melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai komunikasi verbal dan nonverbal.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses interkasi sosial antara individu satu dengan individu lainnya yang menggunakan symbol-simbol untuk menciptakan dan mengartikan makna yang terjadi dalam lingkungan di mana mereka tinggal. Komunikasi menjadi hal yang sangat penting di dunia dalam segala aspek kehidupan.

Meskipun komunikasi menjadi proses yang penting, perhatian terhadap komunikasi baru muncul pada abad 20-an. Menurut Pearce (1989) kesadaran atas diterimanya komunikasi sebagai penemuan revolusioner disebabkan oleh penemuan teknologi komunikasi yang meliputi radio, televisi, telepon, satelit, jaringan komputer, dll.

Pengertian Komunikasi Verbal dan Nonverbal


Unsur-unsur Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Untuk menyebut bahwa sebuah interaksi disebut sebagai komunikasi, diperlukan beberapa hal antara lain.

  • Komunikator

Unsur pertama untuk menyebut sebuah interaksi sebagai sebuah komunikasi adalah hadirnya komunikator. Komunikator adalah pihak atau orang yang mengirimkan pesan atau informasi kepada orang lain atau kelompok yang disebut dengan komunikan. Komunikator tidak harus berwujud seorang individu melainkan dapat pula kelompok sosial yang lebih dari orang.

  • Komunikan

Unsur kedua untuk menyebut sebuah interaksi sebagai sebuah komunikasi adalah adanya komunikan. Komunikan adalah pihak atau orang yang menerima pesan atau informasi dari orang lain atau kelompok sosial yang disebut dengan komunikator. Peran dari kedua unsur ini bersifat sangat dinamis atau dapat berubah di mana komunikator bias berubah menjadi seorang begitupun sebaliknya agar dapat bertukar informasi.

  • Pesan

Unsur ketiga untuk menyebut sebuah interkasi sebagai sebuah komunikasi adalah adanya pesan yang akan disampaikan. Pesan dapat bersifat abstrak, namun juga dapat bersifat konkret apabila memiliki wujud berupa suara, mimic, bahasa lisan, dan bahasa tulisan.

  • Saluran komunikasi

Unsur keempat untuk menyebut sebuah interaksi sebagai sebuah komunikasi adalah adanya saluran komunikasi. Saluran komunikasi adalah alat atau sarana yang digunakan seorang komunikator untuk mengirimkan pesan atau informasi kepada komunikan. Saluran komunikasi terdiri dari dua cara yaitu non mediated communication (face to face) atau bertatap muka dan dengan media alat.

Pada saluran komunikasi dengan cara face to face, akan terjadi interaksi antara komunikator dan komunikan seperti forum, diskusi, rapat, ceramah, seminar, symposium, dll. Sedangkan komunikasi yang menggunakan media atau alat interaksi atau komunikasi akan terjadi melalui sebuah alat seperti telepon, televisi, radio, dll.

  • Efek komunikasi

Unsur kelima untuk menyebut sebuah interaksi sebagai sebuah komunikasi adalah efek atau pengaruh dari adanya komunikasi. Efek komunikasi dapat berupa efek kognitif (membuat komunikan mencari tahu lebih lanjut atas informasi yang diterima dari komunikator), efek afektif (perubahan sikap dari masing-masing pihak), dan efek konatif (tindakan yang akan diambil oleh pihak yang terlibat dalam komunikasi setelah menerima pesan).

  • Umpan balik

Unsur keenam untuk menyebut sebuah interkasi sebagai sebuah komunikasi adalah adanya umpan balik. Umpan balik adalah jawaban yang diberikan komunikan atas pesan atau informasi yang diberikan komunikan.

Komunikasi Verbal 

Pengertian Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan antara komunikator dan komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang lebih sering menggunakan komunikasi verbal dibandingkan dengan nonverbal.

Hal tersebut dikarenakan pesan atau informasi, ide, gagasan, dan pendapat yang akan disampaikan dengan komunikasi verbal dapat diterima dengan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan komunikasi nonverbal.

Selain disampaikan secara langsung atau menggunakan lisan, seseorang dapat menggunakan alat atau media dalam berkomunikasi verbal seperti telepon. Seorang komunikator dapat menyampaikan informasi melalui sambungan telepon dan pesan berupa tulisan menggunakan fitur short message system (SMS).

Selain menggunakan telepon, seseorang dapat menggunakan media lain untuk mengirimkan pesan tertulis seperti surat, lukisan, gambar, grafik, dll.

Jenis Komunikasi Verbal

Berbicara dan Menulis

Jenis komunikasi verbal yang pertama adalah dengan berbicara dan menulis. Komunikasi dengan cara berbicara merupakan komunikasi verbal vocal, sedangkan komunikasi dengan tulisan merupakan komunikasi verbal non vocal. Contoh dari komunikasi verbal vocal adalah terjadinya rapat dan seminar, sedangkan contoh dari komunikasi verbal non vocal adalah aktivitas surat menyurat.

Mendengarkan dan Membaca

Jenis komunikasi verbal yang kedua adalah dengan mendengarkan dan membaca. Aktivitas mendengarkan dalam berkomunikasi artinya mengambil getaran bunyi, sedangkan menulis adalah mendapatkan informasi dari apa yang ditulis.

Karakteristik Komunikasi Verbal

Jelas dan Ringkas

Karakteristik komunikasi verbal yang pertama adalah jelas dan ringkas. Komunikasi yang dikategorikan memiliki karakteristik jelas dan ringkas berlangsung sederhana, pendek, dan langsung. Informasi yang disampaikan dengan cara pelan akan membuat kata-kata yang disampaikan mudah untuk dipahami.

Perbendaharaan Kata

Karakteristik komunikasi verbal yang kedua adalah perbendaharaan kata. Informasi yang disampaikan komunikator tidak akan diterima oleh komunikan dengan baik apabila kosakata yang digunakan tidak baik.

Intonasi

Karakteristik komunikasi verbal yang ketiga adalah intonasi. Untuk menyampaikan informasi dengan baik agar komunikan dapat menerima informasi atau pesan yang disampikan, maka komunikator harus menggunakan intonasi atau nada bahasa yang baik dan benar.


Komunikasi Nonverbal

Pengertian Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah segala sesuatu yang termasuk ke dalam isyarat dan bukan kata-kata. Pesan yang coba diberikan dengan komunikasi verbal tidak akan diterima dengan baik apabila tidak diimbangi dengan komunikasi nonverbal.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mahrabian (1971) tingkat kepercayaan seseorang atas terjadinya komunikasi adalah 7% dari bahasa verbal, 38% dari efek suara, dan 55% dari mimic atau raut wajah.

Fungsi Komunikasi Nonverbal

Repeating (Pengulangan)
Fungsi komunikasi nonverbal yang pertama adalah repeating (pengulangan). Repeating adalah efek pengulangan atas informasi yang disampaikan dengan komunikasi verbal. Contohnya adalah mengangguk untuk mengatakan ‘’iya’’ dan menggeleng untuk mengatakan ‘’tidak’’.

Substituting (Subtitusi)
Fungsi komunikasi nonverbal yang kedua adalah substituting (subtitusi). Yang dimaksud dengan fungsi substitusi adalah menggantikan kata-kata yang akan diucapkan melalui komunikasi verbal. Contohnya menggoyangkan tangan untuk menggantikan kata’’tidak’’.

Contradicting (Kontradiksi)
Fungsi komunikasi nonverbal yang ketiga adalah contradicting (kontradiksi). Fungsi kontradiksi adalah usaha memberikan makna yang berbeda atas informasi atau pesan yang disampaikan melalui komunikasi verbal. Contohnya seorang suami yang mengatakan ‘’bagus’’untuk pertanyaan yang diberikan istrinya, namun penglihatannya tetap tertuju pada koran yang dibaca.

Complementing (Komplemen)
Fungsi komunikasi nonverbal yang keempat adalah complementing (komplemen). Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk melengkapi pesan atau kata yang disampaikan melalui komunikasi verbal. Contohnya adalah melambaikan tangan sambal mengucapkan’’selamat jalan’’.

Accenting (Aksentuasi)
Fungsi komunikasi nonverbal yang kelima adalah accenting (aksenstuasi). Fungsi aksentuasi adalah komunikasi nonverbal yang digunakan untuk menegaskan atau menggaris bawahi pesan yang disampaikan melalui komunikasi verbal. Contohnya adalah mahasiswa yang telah melewati jam perkuliahan sedang membereskan buku kuliahnya sambal melihat jam tangan.

Demikian sedikit ulasan mengenai komunikasi, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal. Semoga artikel ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami seluk beluk dari komunikasi verbal dan nonverbal. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Komunikasi Verbal dan Nonverbal"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel