Pengertian Akulturasi, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akulturasi dan Proses Yang Terjadi

www.pengertianteksprosedur.com - Pengertian Akulturasi.. Hay pembaca yang budiman selamat datang di blog kami, web online berbagi banyak ilmu.

Silahkan simak pembahasan kami kali ini yaitu tentang Pengertian Akulturasi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akulturasi? Di artikel ini akan dijelaskan secara rinci. dibaca sampai selesai yaaa...

Pengertian Akulturasi, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akulturasi dan Proses Yang Terjadi

Setiap orang diciptakan di dunia ini memiliki karakter, sifat, dan jati diri yang berbeda dari orang lain. Perbedaan tersebut terjadi dalam setiap kalangan kelompok usia seperti anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Selain perbedaan karakter dan jati diri, terdapat pula perbedaan kebudayaan yang disebabkan oleh perbedaan daerah asal. Sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain, perbedaan tersebut seharusnya bukan menjadi masalah dalam pergaulan sehari-hari.

Oleh karena itu, setiap orang harus dapat menerima adanya perbedaan yang dimiliki oleh orang lain. Proses penerimaan perbedaan dalam bergaul disebut dengan akulturasi.

Akulturasi adalah suatu proses penerimaan atas satu kelompok atau manusia dengan kebudayaan dan karakter yang berbeda tanpa harus menghilangkan ciri khas dan karakter yang dimiliki oleh kelompok atau individu tersebut. Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai akulturasi.

Pengertian Akulturasi

Akulturasi adalah proses penyatuan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda yang akan menghasilkan kebudayaan baru tanpa meninggalkan karakter dan kebudayaan terdahulu. Proses dalam akulturasi hanya akan terjadi apabila pendatang yang memiliki karakter berbeda melakukan kontak langsung dengan kelompok lokal. Berikut ini adalah pengertian akulturasi menurut beberapa ahli.

  • Koentjaraningrat

Ahli atau pakar pertama yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian akulturasi adalah Koentjaraningrat. Koentjaraningrat mengemukakan pendapatnya tersebut melalui buku yang diterbitkannya dengan judul Pengantar Ilmu Antropologi. Menurutnya akulturasi adalah proses yang terjadi ketika satu kelompok atau individu dihadapkan dengan kelompok atau individu lain yang memiliki kebudayaan dan karakter yang berbeda di mana dengan berjalannya waktu perbedaan kebudayaan tersebut akan diterima tanpa harus menghilangkan kebudayaan yang telah dimiliki sebelumnya.

  • Soyono

Ahli atau pakar kedua yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian akulturasi adalah Soyono dalam Romondor (1995:208). Menurutnya akulturasi adalah proses menerima dan mengambil satu atau beberapa hal dari kebudayaan yang berasal dari penyatuan dua atau beberapa kebudayaan yang saling berhubungan.

  • John W. Berry

Ahli atau pakar ketiga yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian akulturasi adalah Johm W. Berry. Menurutnya akulturasi adalah perubahan terhadap budaya dan psikologis akibat dari adanya proses kontak antara dua kelompok dan masing-masing anggota dalam kelompok.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akulturasi

Faktor Internal

  • Perubahan jumlah penduduk, seperti bertambahnya jumlah penduduk akibat adanya peningkatan jumlah kelahiran atau berkurangnya jumlah penduduk akibat adanya peningkatan jumlah kematian.
  • Adanya penemuan ide dan alat yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
  • Adanya invention atau penyempurnaan atas ide atau alat yang pernah ditemukan sebelumnya
  • Adanya inovasi yang berupa penemuan baru atau penyempurnaan ide dan alat yang sudah ditemukan sebelumnya. Penemuan atau penyempurnaan tersebut akan diterapkan secara langsung ke dalam kehidupan masyarakat di mana penemuan tersebut dapat menambah, melengkapi, atau mengganti kebudayaan yang telah ada sebelumnya. 
  • Adanya konflik yang sedang bergejolak di dalam kehidupan masyarakat.
  • Munculnya pemberontakan atau revolusi atas kebudayaan yang telah ada.

Faktor Eksternal

  • Perubahan alam
  • Terjadinya konflik yang memicu terjadinya peperangan
  • Munculnya pengaruh dari kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (percampuran antara dua kebudayaan yang berbeda tanpa harus meninggalkan ciri khas dari kebudayaan yang lama), asimilasi (percampuran antara dua kebudayaan yang berbeda, di mana ciri khas budaya yang lama sudah tidak tampak lagi).

Bentuk-bentuk Akulturasi

  • Substitusi

Bentuk akulturasi yang pertama adalah substitusi. Substitusi adalah pergantian nilai dari kebudayaan yang lama dengan nilai yang baru di mana nilai tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat. Contohnya para petani mengganti proses membajak sawah dari menggunakan hewan menjadi tractor.

  • Sinkretisme

Bentuk akulturasi yang kedua adalah sinkretisme. Sinkretisme adalah perpaduan dari nilai kebudayaan yang lama dengan nilai kebudayaan yang baru membentuk nilai kebudayaan yang baru. Sinkretisme biasanya terjadi dalam hal keagamaan.

  • Penambahan (Addition)

Bentuk akulturasi yang ketiga adalah penambahan (Addition). Addition merupakan penambahan nilai kebudayaan yang baru dengan nilai kebudayaan yang lama di mana penambahan tersebut mampur memberikan nilai lebih bagi kehidupan masyarakat.

  • Penggantian (Deculturation)

Bentuk akulturasi yang keempat adalah penggantian (Deculturation). Deculturation adalah proses penggantian nilai kebudayaan yang lama dengan nilai kebudayaan yang baru. Contohnya adalah penggantian moda transportasi andong atau delman dengan angkot.

  • Originasi

Bentuk akulturasi yang kelima adalah originasi. Originasi adalah proses masuknya nilai kebudayaan baru yang bersifat mencolok dan belum dikenal oleh masyarakat. Contohnya adalah masuknya program pemasangan listrik di desa-desa terpelosok.

  • Penolakan (Rejection)

Bentuk akulturasi yang keenam adalah penolaka (Rejection). Tidak semua masyarakat atau kelompok sosial mampu untuk menerima percampuran dari kebudayaan yang lama dan yang baru. Dalam beberapa kasus, dari interaksi kedua nilai kebudayaan memicu terjadinya penolakan atau rejection dari masyarakat.

Proses Akulturasi yang Terjadi di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan membuat tiap-tiap penduduknya atau suku memiliki kebudayaan yang berbeda. Sebagai negara yang memiliki dasar filosofi Bhineka Tunggal Ika, maka setiap penduduknya harus mampu menerima adanya perbedaan dalam berfikir, berpendapat, berperilaku, atau bahkan kebudayaan yang lebih kompleks seperti agama dan adat istiadat.

Hasil dari proses akulturasi budaya ditentukan oleh kekuatan dari masing-masing budaya tersebut. Semakin kuat nilai dari budaya tersebut, maka semakin cepat pula penyebarannya. Di Indonesia, terdapat tiga periode akulturasi antara lain.

Periode Awal (Abad 5-11 Masehi)

Periode pertama dari proses akulturasi kebudayaan di indonesia terjadi pada abad 5-11 Masehi. Pada masa ini nilai dari agama hindu begitu kuat masuk dan mulai memengaruhi nilai asli dari masyarakat Indonesia. Akibat dari masuknya agama hindu, banyak penduduk Indonesia yang menganutnya dan mulai menyebarkan nilai-nilai yang dipercayainya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyak ditemukannya banyak candi, prasasti, patung, bahkan kerajaan yang bercorak hindu.

Periode Pertengahan (Abad 11-16 Masehi)

Periode kedua dari proses akulturasi kebudayaan di indonesia terjadi pada abad 11-16 Masehi. Pada masa ini pengaruh dari nilai agama hindu-budha menjadi lemah yang disebabkan oleh nilai kebudayaan asli Indonesia kembali menguat, sehingga pengaruhnya menjadi berimbang.

Perpaduan antara nilai agama hindu-budha dengan nilai asli kebudayaan Indonesia menyebabkan terjadinya sinkretisme atau perpaduan antara dua kebudayaan atau lebih.

Bukti perpaduan antara dua kebudayaan tersebut dapat dilihat dari banyaknya kerajaan yang menganut dua kebudayaan tersebut sekaligus yaitu nilai hindu-budha dan budaya asli Indonesia. Kerajaan yang memiliki nilai percampuran antara dua kebudayaan tersebut antara lain kerajaan Kediri, Majapahit, dan Singasari.

Periode Akhir (Abad 16 – sekarang)

Periode ketiga dari proses akulturasi kebudayaan di Indonesia terjadi pada abad 16 hingga sekarang. Pada periode ini nilai dari kebudayaan Indonesia menjadi lebih kuat dibandingkan dengan nilai dari hindu budha. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perkembangan politik dan ekonomi di india.

Demikianlah sedikit informasi dan ulasan mengenai Akulturasi mulai dari pengertian, faktor yang memegaruhi akulturasi, bentuk akulturasi, dan juga proses terjadinya akulturasi kebudayaan di Indonesia.

Semoga tulisan ini dapat membantu anda untuk lebih memahami tentang perpaduan kebudayaan termasuk yang terjadi di Indonesia, sebab bangsa yang hebat adalah bangsa yang mengingat sejarah.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Akulturasi, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akulturasi dan Proses Yang Terjadi"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel