Pengertian Kritik Sastra Secara Umum, Menurut Para Ahli, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya

Pengertianteksprosedur.com - Pengertian Kritik Sastra Secara Umum.. Hay pembaca yang budiman selamat datang di blog kami, web online berbagi banyak ilmu.

Silahkan simak pembahasan kami kali ini yaitu tentang Pengertian Kritik Sastra Secara Umum, Menurut Para Ahli, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya? Di artikel ini akan dijelaskan secara rinci. dibaca sampai selesai yaaa...

Pengertian Kritik Sastra Secara Umum, Menurut Para Ahli, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya

Pengertian Kritik Sastra

Merupakan sebuah bidang belajar tujuannya untuk mengadili karya sastra, untuk memberi penilaian dan keputusan mengenai bermutu atau tidaknya suatu karya sastra yang sedang dihadapi kritikus.

dibawah ini ada beberapa argumen menurut para ahli

Pengertian Kritik Sastra Menurut Para Ahli


  • Rene Wellek dan Austin Warren berpendapat kritik sastra bisa diartikan sebagai sebuah objek belajar sastra yang mengerjakan sebuah analisis, penafsiran, penilaian kepada karya.
  • Graham Hough berpendapat bahwa kritik sastra tidak hanya dalam konteks pengeditan dan penetapan teks, interpretasi , dan pertimbangan nilai, tetapi didalamnya terdapat problem yang lebih banyak dan luas tentang apakah kesastraan itu, buat apa, dan gimana hubungan dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain
  • Abrams dalam Pengkajian sastra berpendapat bahwa kritik sastra ialah sebuah cabang ilmu yang berkaitan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra.

Kritik Sastra Berfungsi :

  • Bertujuan untuk mengembangkan karya sastra itu sendiri. kritik sasta sangat bisa membantu pembentukan teori sastra dan sejarah sastra.
  • Bertujuan untuk mengembangkan kesusastraan, artinya ialah kritik sastra bisa menopang perkembangan kesusastraan sebuah bangsa bersama menjelaskan karya sastra terkait positif dan negatifnya karya sastradan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra.
  • Sebagai penerangan masyarakat pada umumnya yang menginginkan penjelasan tentang karya sastra, kritik sastra menguraikan (mengsnalisis, menginterpretasi, dan menilai) karya sastra agar masyarakat umum dapat mengambil manfaat kritik sastra ini bagi pemahaman dan apresiasinya terhadap karya sastra (Pradopo, 2009: 93).

Manfaat Kritik Sastra Adalah

1. Khasiat kritik sastra untuk penulis
  • Memperluas pengetahuan penulis, baik itu yang berkaitan dengan bahasa, objek ataupun pula tema- tema tulisan, dan pula metode bersastra.
  • menanamkan motivasi buat menulis.
  • Tingkatkan mutu pada tulisan.
2. Khasiat kritik sastra untuk pembaca

  • Menjembatani kesenjangan antara pembaca dan karya sastra.
  • Meningkatkan kecintaan pembaca terhadap suatu karya sastra.
  • Tingkatkan keahlian dalam mengapresiasi sesuatu karya sastra.
  • Membuka mata hati dan pula benak pembaca hendak nilai- nilai yang ada dalam sesuatu karya sastra.
3. Khasiat kritik sastra untuk pertumbuhan sastra

  • Mendesak laju pertumbuhan sastra, baik dengan secara kualitatif maupun kuantitatif.
  • Memperluas cakrawala ataupun pula kasus yang tedapat dalam karya sastra.


Jenis Kritik Sastra 

Abrams( 1981: 36- 37) membagi pendekatan pada suatu karya sastra ke dalam 4 jenis ialah kritik mimetik, kritik pragmatik, kritik ekspresif, dan kritik objektif, dibawah ini menggambarkan penjelasannya

  • Kritik Mimetik

Bagi Abrams, kritik tipe tersebut memandang sesuatu karya sastra yakni bagaikan tiruan aspek- aspek alam. Karya sastra tersebut dikira bagaikan gambaran ataupun juga

penggambaran dunia nyata, sehingga dimensi yang digunakan yakni sepanjang mana karya sastra tersebut sanggup buat bisa menggambarkan objek yang sesungguhnya.

Terus menjadi jelas karya sastra dalam menggambarkan realita yang terdapat, hingga terus menjadi baguslah karya sastra tersebut. Kritik tipe ini sangat jelas dipengaruhi oleh mengerti Aristoteles dan Plato, yang melaporkan kalau sastra menggambarkan tiruan realitas. Angkatan 45 kritik tipe ini banyak di pakai di Indonesia.

  • Kritik Pragmatik


Kritik tipe ini memandang karya sastra yakni bagaikan perlengkapan buat bisa menggapai suatu tujuan. Tujuan karya sastra pada biasanya itu bertabiat edukatif, estetis, ataupun pula politis. Dengan kata lain, kritik tersebut condong memperhitungkan karya sastra atas keberhasilannya dalam menggapai suatu tujuan.

Terdapat pula yang berkomentar kalau kritik tipe pragmatik ini lebih tergantung pada para pembacanya( reseptif). Kritik tipe pragmatik ini tumbuh pada Angkatan Balai Pustaka.

  • Kritik Ekspresif

Kritik ekspresif ini menitik beratkan pada diri penulis karya sastra itu. Kritik ekspresif tersebut meyakini kalau sastrawan( penulis) karya sastra menggambarkan faktor pokok yang melahirkan pikiran- pikiran, persepsi- persepsi, dan pula perasaan yang dikombinasikan ataupun dituangkan kedalam suatu karya sastra.

Dengan memakai kritik tipe ini, kritikus condong menimba karya sastra dengan bersumber pada kemulusan, kesejatian, kecocokan penglihatan mata batin penulis ataupun pula kondisi pikirannya. Pendekatan ini kerap mencari kenyataan menimpa sifat spesial dan pula pengalaman- pengalaman sastrawan yang, dengan secara siuman ataupun tidak, telah membuka pribadinya dalam karyanya. Biasanya, sastrawan romantik pada era Balai Pustaka pula Pujangga Baru itu memakai tipe orientasi ekspresif ini didalam teori- teori kritikannya. Di Indonesia, contoh kritik sastra tipe ini antara lain:

“ Chairil Anwar: Suatu Pertemuan” karya Arif Budiman.
“ WS Rendra serta Imajinasinya” karya Anton J. Lake.
“ Di Balik Beberapa Nama” karya Linus Suryadi.
“ Wujud Individu dalam Sajak” karya Subagio Sastro Wardoyo.
“ Cerita Pendek Indonesia: Suatu Pembicaraan” karya Korrie Layun Rampan.

  • Kritik Objektif

Kritik tipe ini memandang karya sastra yakni bagaikan suatu yang mandiri, leluasa terhadap area sekitarnya; dari penyair, pembaca, dan pula dunia sekitarnya. Karya sastra itu menggambarkan suatu totalitas yang mencakupi ataupun melingkupi pribadinya, yang di susun dari bagian- bagian yang silih berkaitan serta berjalinan erat dengan secara batiniah dan pula menghendaki pertimbangan serta pasti analitis dengan kriteria- kriteria intrinsik dengan bersumber pada sesuatu keberadaan( koherensi, penyeimbang, integritas, kompleksitas, serta silih berhubungan antar unsur- unsur pembentuknya).

Jadi, faktor intrinsik( objektif)) tersebut tidak cuma terbatas pada alur, tema, tokoh, dsb.; tetapi pula mencakup kompleksitas, koherensi, kesinambungan, integritas, serta lain sebagainya. Pendekatan pada kritik sastra tipe objekti ini menitikberatkan pada karya- karya sastra itu sendiri. Kritik tipe objektif ini mulai serta tumbuh semenjak tahun 20- an dan melahirkan teori- teori:

  1. New Critics di AS
  2. Formalisme di Eropa
  3. Strukturalisme di Perancis


Di Indonesia, kritik tipe tersebut dibesarkan oleh kelompok kritikus aliran Rawamangun:

  1. “ Wujud Lakon dalam Sastra Indonesia” karya Boen S. Oemaryati.
  2. “ Novel Baru Iwan Simatupang” karya Dami N. Toda.
  3. “ Pengarang- Pengarang Perempuan Indonesia” karya Th. Rahayu Prihatmi.
  4. “ Pertumbuhan Novel- Novel di Indonesia” karya Umar Yunus.
  5. “ Pertumbuhan Puisi Indonesia serta Melayu Modern” karya Umar Yunus.
  6. “ Bergantung pada Kata” karya A. Teeuw. 


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Kritik Sastra Secara Umum, Menurut Para Ahli, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel