Pengertian Kepribadian Menurut Ahli, Ciri-ciri dan Macamnya

Pengertianteksprosedur.com - Setiap makhluk hidup yang diciptakan di dunia ini pasti memiliki kepribadian dan karakteristik yang melekat dan menjadi ciri khas. Kepribadian adalah cara seorang individu dalam beriteraksi dengan sesamanya dan repson yang dilakukan dalam menghadapi sebuah rangsangan.

Pengertian Kepribadian Menurut Ahli, Ciri-ciri dan Macamnya

Pada saat ini terdapat penggolongan dari beberapa kepribadian yang diambil dari reaksi yang diberikan seorang individu. Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai kepribadian.

Pengertian kepribadian

Pengertian Kepribadian Menurut Ahli


Kepribadiaan atau yang disebut personality berasal dari kata ‘’persona’’ yang memiliki arti topeng atau kedok (penutup muka yang biasa digunakan pemain panggung) yang ditujukan untuk menggambarkan perangai, karakter, dan kepribadian seseorang.

Di Roma, Italia Persona diartikan sebagai penampakan seseorang terhadap orang lain. Sedangkan menurut Sjarkawim (2006), personality atau kepribadian adalah karakter dan tingkah laku yang menjadi ciri khas seseorang yang mampu menjadi perbedaan dengan orang lain, integrasi karakteristik dari struktur, pola perilaku, kegemaran, prinsip, dan potensi yan dimiliki seseorang.

Selain Sjarkawim, Allport juga mengungkpakan pendapatnya mengenai keprbadian. Menurutnya kepribadian adalah susunan dari seluruh sistem psikofisik yang bersifat dinamis dalam diri seseorang yang menentukan bagaiman orang tersebut menyesuaian diri dengan lingkungan.

Sistem psikofisik yang dimaksud oleh Allport meliputi kebiasaan, perilaku, nilai dan keyakinan, keadaan emosional, dan motif yang bersifat psikologis yang mempunyai dasar fisik dalam kelenjar dan saraf secara umum.

Selain kedua tokoh tersebut, terdapat satu ahli lagi yang mengemukakan pendapatnya mengenai kepribadian yaitu Sigmund Freud. Sigmund Freus menganggap bahwa kepribadian sebagai susunan atau struktur yang terdiri dari tiga sistem meliputi Id, Ego, dan Superego. Menurutnya kepribadian merupakan akumulasi dari ketiga sistem tersebut dalam menghadapi konfik.

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh tiga ahli atau pakar tersebut dapat diambil tiga kesimpulan berikut ini.

  • Kepribadian menjadi penentu atau pemberi arah bagi seseorang dalam bertingkah laku dan berfikir.
  • Adanya batasan menjadikan seseorang harus memahami arti perbedaan antar individu. Perbedaan kepribadian dalam setiap diri individu harus dianggap sebagai sesuatu hal yang unik dan menjadi ciri khas bagi setiap individu yang harus dihargai satu sama lain.
  • Kepribadian menggambarkan proses keterlibatan individu atas pengaruh internal maupun eksternal yang meliputi genetic atau biologis, pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain kepribadian dari seorang individu dipengaruhi oleh factor bawaan dan lingkungan.

Ciri-ciri Kepribadian

Menurut Samsul Yusuf (2003) terdapat dua jenis kepribadian yaitu kepribadian yang sehat dan kepribadian yang tidak sehat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari masing-masing kepribadian tersebut.

Kepribadian yang Sehat

  • Memiliki kemampuan dalam menilai diri sendiri mulai dari kekurangan hingga kelebihan secara fisik, pengetahuan, dan keterampilan.
  • Memiliki kemampuan dalam melihat dan menilai situasi secara realistic. Selain itu individu yang memiliki kepribadian yang sehat mampu menerima keadaan hidupnya secara apa adanya dan tidak mengharapkan kesempurnaan.
  • Memiliki kemampuan dalam melihat dan menilai seluruh prestasi yang pernah diraihnya. Dengan kata lain apabila seseorang telah meraih prestasi yang cemerlang, hal tersebut tidak membuatnya menjadi sombong atau mengalami superior complex. Begitupun sebaliknya apabila individu tersebut mengalami kegagalan, maka akan menerimanya dengan sikap opstimis.
  • Bertanggung jawab atas segala permasalahan hidup yang dialaminya. Individu yang memiliki kepribadian yang sehat memiliki keyakinan bahwa segala permasalahan yang dihadapinya dapat diselesaikan dengan kemampuan yang dimilikinya.
  • Berjiwa mandiri. Seseorang yang memiliki kepribadian yang sehat memiliki sifat mandiri dalam berfikir, berperilaku, dan pengambilan keputusan. Selain itu, individu tersebut mampu mengembangkan diri dalam berbagai situasi dan cepat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungan hidupnya.
  • Memiliki kemampuan dalam mengontrol emosi. Individu yang berkepribadian sehat dapat menerima bahwa hidup tidak terlepas dari berbagai situasi seperti senang, sedih, stress, bahkan depresi. Namun pribadi tersebut mampu menerima dan menangani berbagai situasi yang terjadi.
  • Memiliki orientasi pada tujuan. Individu yang berjiwa sehat mampu merancang berbagai tujuan dalam setiap kegiatan yang dilakukan dengan berdasar pada pertimbangan secara rasional dan matang. Individu tersebut berusaha mencapa tujuan yang diinginkan dengan mengembangkan kepribadian, wawasan, keterampilan, dan pengetahuan yang dimilikinya.
  • Berjiwa ekstrovert. Pribadi yang berjiwa ekstrovert memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain dan memiliki pola piker yang fleksibel.
  • Memiliki falsafah dan prinsip hidup. Setiap individu yang berkepribadian sehat mampu mengarahkan segala tindakan dan keputusan yang akan diambilnya berdasarkan keyakinan, prinsip, dan agama yang diyakininya.

Kepribadian yang Tidak Sehat

  • Memiliki perangai yang mudah marah dan tersinggung dengan perkataan dan tindakan orang lain.
  • Selalu merasa cemas dan khawatir atas segala situasi yang dihadapinya.
  • Gampang merasa stress dan depresi atas segala permasalahan yang dihadapi.
  • Tidak memiliki kasih saying dan mudah bersikap kejam terhadap sesam atau makhluk lain.
  • Individu yang berkepribadian tidak sehat mudah untuk melakukan kebohongan hanya untuk sekedar bercanda atau untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuatnya.
  • Individu yang berkepribadian tidak sehat kurang memiliki rasa sungkan dan empati terhadap orang lain sehingga mudah untuk melontarkan kata-kata pedas atau kritikan yang tidak membangun.
  • Individu yang berkepribadian tidak sehat cenderung memiliki pola pikir pesimis dan kurang memiliki gairah dalam menjalani kehidupan.


Faktor Pembentuk Kepribadian

Faktor Keturunan

Faktor pembentuk kepribadian yang pertama adalah faktor keturunan atau genetik. Para ahli telah melakukan penelitian dengan hipotesis keturunan merupakan salah satu factor penentu terbentuknya kepribadian.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa sifat kepribadian dan sifat seperti rasa malu, takut, dan agresifitas dapat dikaitkan dengan genetis bawaan. Selain itu, sifat kepribadian dapat juga dihasilkan dari kode genetis sama yang dapat memengaruhi tinggi badan dan warna rambut.

Faktor Lingkungan

Faktor pembentuk kepribadian yang kedua adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang dimaksudkan di sini adalah tempat di mana pribadi tersebut tumbuh dan dibesarkan yang meliputi norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial.

Faktor Pengalaman Kelompok

Faktor pembentuk kepribadian yang ketiga adalah penglaman kelompok atau group experiences. Sebagai makhluk sosial, setiap manusia pasti pernah berinteraksi dengan orang lain yang nantinya akan membentuk kelompok sosial.

Pengalaman atau hal-hal yang dilakukan individu tersebut yang berkaitan dengan kegiatan kelompok tentunya akan memengaruhi bagaimana individu tersebut dalam menentukan pola pikir dan tindakan yang akan diambil.

Faktor Pengalaman Unik

Factor pembentuk kepribadian yang keempat adalah pengalaman unik. Setiap manusia pasti pernah memiliki pengalaman unik yang tidak pernah sama dengan orang lain. Maka dari itu, walaupun berasal dari lingkungan dan keluarga yang sama tetapi tidak menentukan pribadi tersebut memiliki kepribadian yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

Macam-macam Kepribadian

Sanguinis

Tipe kepribadian yang pertama adalah Sanguinis. Seseorang yang memiliki tipe kepribadian sanguinis memiliki sifat yang sangat ramah, enerjik, dan ceria dalam situasi dan kondisi apapun. Sanguinis cenderung suka untuk mencari perhatian, kasih sayang, pengakuan, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Individu yang berkarakter sanguinis tidak ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang lain, memiliki optimistis, dan mudah bergaul dengan semua orang. Namun tipe sanguinis ini memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap apa yang orang lain pikirkan dan lakukan terhadap mereka.

Koleris

Tipe kepribadian yang kedua adalah Koleris. Tipe koleris memiliki karakter yang tegas, fokus pada tujuan, dan mampu mengambil tindakan dengan cepat. Namun, individu koleris ini memiliki sifat keras kepala, gila kerja, dan tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan dan kondisi orang lain.

Melankolis

Tipe kepribadian yag ketiga adalah melankolis. Seseorang yang berkarakter melankolis memiliki kepribadian yang pemikir, pendiam, dan menginginkan kesempurnaan. Sifat perfeksionis yang dimilikinya mampu membuatnya untuk menyelesaikan semua tugas secara baik, benar, dan tepat waktu. Tipe melankolis ini membutuhkan ruang dan kesunyian untuk memikirkan segala hal sebelum mereka mengambil tindakan atau sebuah keputusan.

Plegmatis

Tipe kepribadian yang keempat adalah plegmatis. Individu yang berkarakter plegmatis memiliki sifat yang sederhana, merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, lebih suka berdiam diri, dan memiliki penguasaan yang baik terhadap lingkungan sekitar.

Demikian sedikit ulasan mengenai kepribadian. Semoga artikel yang mengulas mengenai seluk-beluk kepribadian ini dapat membantu anda untuk lebih memahami karakter diri anda.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Kepribadian Menurut Ahli, Ciri-ciri dan Macamnya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel