Macam-macam Sistem Kabinet Pemerintahan Indonesia

pengertianteksprosedur.com - Kabinet berasal dari bahasa perancis cabinet yang memiliki arti sekelompok orang yang bertugas untuk memberikan nasihat kepada pemimpin tertinggi seperti raja.

Sama halnya dengan negara hukum lainnya, negara Indonesia juga memiliki sistem kabinet yang memiliki fungsi dan tugas untuk membantu kinerja dari pemimpin negara yaitu Presiden.

Sistem kabinet adalah sebuah tata kementrian di mana di dalamnya terdapat seluruh jajaran Menteri yang bertugas untuk membantu terselesaikannya tugas dan kewajiban Presiden.

Di dalam sistem kabinet, Dewan Menteri yang terdiri dari seluruh Menteri dipimpin oleh Perdana Menteri. Terdapat beberapa sistem kabinet, antara lain.

Macam-macam Sistem Kabinet


Kabinet Presidensil

Sistem kabinet yang pertama adalah sistem kabinet presidensial. Sesuai dengan namanya, presiden memiliki peranan yang sangat dominan dalam sistem pemerintah di mana kepala negara memiliki tanggung jawab sebagai presiden dan juga Perdana Menteri.

Macam-macam Sistem Kabinet Pemerintahan Indonesia

Dalam sistem kabinet presidensil, seluruh Dewan Menteri langsung memikul tanggung jawab atas segala tugas dan kewajibannya langsung kepada Presiden dan bukan kepada DPR. Maka dari itu, tugas dan kewajiban dari Dewan Menteri di dalam kabinet presidensil murni hanya sebagai pembantu dari pemerintahan Presiden.

Kabinet Ministerial

Sistem kabinet yang kedua adalah sistem kabinet ministerial. Di dalam sistem kabinet ministerial, seorang Menteri secara individu maupun secara keseluruhan di dalam Dewan Menteri memiliki tanggung jawab atas segala tugas dan kewajibannya kepada DPR.

Kelemahan di dalam sistem kabinet ministerial adalah berhasil atau tidaknya suatu cabinet yang menganut sistem ministerial ini bergantung kepada kepercayaan DPR kepada kabinet yang berjalan tersebut.

Kabinet Parlementer

Sistem kabinet yang ketiga adalah sistem kabinet parlementer. Berbeda dengan dua sistem kabinet sebelumnya di mana yang memiliki kuasa paling besar dan berpengaruh adalah presiden dan DPR.

Dalam sistem kabinet parlementer, yang memiliki kekuasaan yang lebih dominan di dalam sistem pemerintahan adalah parlemen. Parlemen memiliki kekuasaan mutlak dalam menentukan seluruh kebijakan dan wewenang untuk mengangkat parlemen mana saja.

Selain itu, Perdana Menteri juga berhak untuk meningkatkan sebuah pemerintahan atau bahkan menjatuhkannya dengan cara mengeluarkan mosi tidak percaya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari sistem kabinet parlementer.

  • Perdana Menteri memiliki tanggung jawab dan kewajiban sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dipangku oleh presiden.
  • Kekuasaan dan pengaruh presiden diatur secara mutlak oleh undang-undang
  • Perdana memiliki hak mutlak atau hak prerogatif untuk mengangkat atau memberhentikan menteri-menteri di dalam departemen maupun di dalam non departemen.
  • Tanggung jawab Dewan Menteri terbatas dari kekuasaan legislatif
  • Kabinet yang memiliki tanggung jawab atas kekuasaan legislatif adalah kekuasaan eksekutif.
  • Kekuasaan yang dapat menjatuhkan kekuasaan eksekutif adalah kekuasaan legislatif.

Kabinet Ekstra Parlementer

Sistem kebinet yang keempat adalah kabinet ekstra parlementer. Kabinet ekstra parlementer adalah sistem kabinet yang dibentuk karena adanya campur tangan dari parlemen.

Di dalam kabinet ini kepala negara akan menunjuk seorang atau beberapa Menteri untuk melakukan perundingan dengan parlemen. Tujuan diadakannya perudingan adalah untuk memperoleh dukungan penuh dari parlemen terhadap kabinet yang sedang berjalan tersebut.

Pada dasarnya alasan pembentukan kabinet ekstra parlementer adalah karena terjadinya krisis kepercayaan dan dukungan dari mayoritas anggota badan legislatif terhadap sistem kabinet yang berjalan pada saat tersebut. Situasi dan kondisi politik yang tidak menentu pada saat krisis tersebut tidak memungkinkan kabinet berjalan untuk membentuk sistem kabinet yang baru karena visi dan misi masing-masing partai tidak memiliki titik temu.

Kabinet Pemerintahan Indonesia

Kabinet pemerintahan Indonesia adalah dewan Menteri yang terdiri dari seluruh Menteri yang ditunjuk secara langsung oleh kepala negara yaitu Presiden. Konsep sistem kabinet pemerintahan di Indonesia tidak disebutkan secara terbuka di dalam UUD 1945, dikarenakan kabinet pemerintahan Indonesia sejak 14 November 2945 adalah hasil dari konvensi administrasi.

Dalam sejarah politik Indonesia, terdapat dua jenis kabinet yang sudah berlangsung di Indonesia yaitu kabinet yang dipimpin secara langsung oleh presiden dan kebinet yang dipimpin oleh parlemen. Di dalam sistem kabinet yang dipimpin oleh presiden, presiden memiliki tugas dan kewajiban untuk pembuatan kebijakan pemerintahan.

Sedangkan dalam sistem kabinet yang dipimpin oleh parlemen, yang memiliki kewajiban atas kebijakan pemerintahan adalah parlemen dan bertanggung jawab secara langsung kepada legislatif.

Indonesia telah mengalami puluhan kali perombakan terhadap sistem kabinet, mulai dari pemerintahan soekarno atau orde lama, orde baru, dan reformasi. Pada masa orde lama atau pemerintahan soekarno, masa jabatan dari Dewan Menteri tidak tetap.

Namun, setelah orde baru masa jabatan dari Dewan Menteri adalah 5 tahun mengikuti dengan masa jabatan kepala negara atau presiden. Berikut ini adalah beberapa sistem kabinet yang pernah berlangung di Indonesia mulai dari masa orde lama hingga sekarang.


Era Perjuangan Kemerdekaan
No Sistem Kabinet Awal Kabinet Akhir Kabinet Ketua Kabinet Jumlah

1 Presidensial 2 September 1945 14 November 1945 Soekarno 21 Orang
2 Sjahrir I 14 November 1945 12 Maret 1946 Sutan Sjahrir 17 Orang
3 Sjahrir II 12 Maret 1946 2 Oktober 1946 Sutan Sjahrir 25 Orang
4 Sjahrir III 2 Oktober 1946 3 Juli 1947 Sutan Sjahrir 32 Orang
5 Amir Syarifuddin I 3 Juli 1947 11 November 1947 Amir Syarifuddin 34 Orang
6 Amir Syarifuddin II 11 November 1947 29 Januari 1948 Amir Syarifuddin 37 Orang
7 Hatta I 29 Januari 1948 4 Agustus 1949 Mohammad Hatta 17 Orang
7 Hatta II 4 Agustus 1949 20 Desember 1949 Mohammad Hatta 19 Orang

Era Orde Baru
No Sistem Kabinet Awal Kabinet Akhir Kabinet Ketua Kabinet Jumlah

1 Pembangunan I 6 Juni 1968 28 Maret 1973 Soeharto 24 Orang
2 Pembangunan II 28 Maret 1973 29 Maret 1978 Soeharto 24 Orang
3 Pembangunan III 29 Maret 1978 19 Maret 1983 Soeharto 32 Orang
4 Pembangunan IV 19 Maret 1983 23 Maret 1988 Soeharto 42 Orang
5 Pembangunan V 23 Maret 1988 17 Maret 1993 Soeharto 44 Orang
6 Pembangunan VI 17 Maret 1993 14 Maret 1998 Soeharto 43 Orang
7 Pembangunan VII 14 Maret 1998 21 Mei 1998 Soeharto 38 Orang

Era Reformasi
No Sistem Kabinet Awal Kabinet Akhir Kabinet Ketua Kabinet Jumlah

1 Reformasi Pembangunan 21 Mei 1998 20 Oktober 1999 B.J Habibie 37 Orang
2 Persatuan Nasional 26 Oktober 1999 9 Agustus 2001 Abdurahman Wahid 36 Orang
3 Gotong Royong 9 Agustus 2001 20 Oktober 2004 Megwati Soekarnoputri 33 Orang
4 Indonesia Bersatu 21 Oktober 2004 20 Oktober 2009 Susilo Bambang Yudhoyono 34 Orang
5 Inodnesia Bersatu II 22 Oktober 2009 20 Oktober 2014 Susilo Bambang Yudhoyono 34 Orang
6 Kerja 27 Oktober 2014 Sekarang Joko Widodo 34 Orang

Demikianlah beberapa ulasan mengenai macam-macam sistem kabinet secara umum dan system kabinet yang pernah berlangsung di Indonesia. Semoga tulisan ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami sejarah dan sistem politik kabinet yang telah berlangsung di Indonesia.

Belum ada Komentar untuk "Macam-macam Sistem Kabinet Pemerintahan Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel