Pengertian Sumber Hukum dan Macam-macamnya

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Sebagai negara yang berdaulat semua negara yang telah mengalami kemerdekaan dalam hal pemerintahan maupun ekonomi pastinya memiliki aturan hukum untuk mengatur segala aspek kehidupan baik dalam bidang ekonomi, politik, dan social.

Pengertian Sumber Hukum dan Macam-macamnya

Segala peraturan hukum yang diterapkan dalam sebuah negara tidak dapat dibentuk dan diciptakan tanpa adanya sumber hukum yang jelas dan konkrit. Sumber hukum adalah segala hal yang memicu terbentuknya aturan-aturan yang memiliki kekuasaan untuk memaksa seluruh penduduknya untuk taat dan tertib terhadap hukum tersebut.

Jika hukum tersebut tidak dipatuhi atau dilanggar, maka akan mengakibatkan sanksi tegas yang akan dikenakan kepada pelakunya.

Definisi Hukum

Sebelum membahas mengenai perkara hukum lebih lanjut atau secara medalam, alangkah lebih baiknya untuk memahami terlebih dahulu mengenai definisi dari hukum itu sendiri. Agar mendapatkan pemahaman yang baik dan benar, penulis akan merangkum beberapa definisi hukum dari praktisi hukum terkemuka. Berikut ini adalah definisi atau pengertian hukum dari beberapa ahli atau praktisi hukum terkemuka.

  • Prof. DR. Mochtar Kusumaatmaja, S.H LL.M

Praktisi atau ahli dalam bidang hukum pertama yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi hukum yang adalah Prof. DR. Mochtar Kusumaatmaja, S.H LL.M. Kusumaatmaja mengemukakan pendapatnya dalam buku yang diterbitkannya dengan judul ‘’Hukum, Masyarakat, dan Pembinaan Hukum Nasional’’.

Menurutnya hukum adalah seluruh kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur mengenai hubungan antar warga di dalam kehidupan bermasyarakat yang memiliki tujuan untuk menjaga ketertiban dan keadilan yang meliputi lembaga dan proses untuk mewujudkan tercapainya kaidah tersebut di dalam kehidupan bermasyarakat.

  • JCT. Simorangkir, S.H

Praktisi atau ahli hukum dalam bidang hukum yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi hukum yang kedua adalah JCT. Simorangkir, S.H. Simorangkir mengemukakan pendapatnya dalam buku yang diterbitkannya dengan judul ‘’Pelajaran Hukum Indonesia’’.

Menurutnya hukum adalah segala peraturan-peraturan yang memiliki kekuasaan untuk memaksa seluruh objek hukum untuk mengatur segala tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang diciptakan oleh lembaga-lembaga resmi yang berdaulat, segala tindakan yang dianggap melanggar dan tidak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku akan dikenakan sanksi yang tegas.

Berdasarkan definisi dari kedua praktisi hukum tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum memiliki beberapa unsur penting, antara lain.

  • Segala bentuk peraturan yang mengatur tingkah laku dan tindakan yang dilakukan oleh warga negara yang mendiami negara tertentu.
  • Peraturan-peraturan tersebut diciptakan oleh lembaga-lembaga resmi yang berdaulat.
  • Peraturan yang diciptakan tersebut memiliki kekuatan untuk memaksa seluruh objek hukum untuk mematuhinya.
  • Seluruh perilaku dan tindakan dari objek hukum yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang diciptakan akan dikenai sanksi tegas yang nyata hukumannya.

Macam-macam Sumber Hukum

Sumber Hukum Material

Sumber hukum yang pertama adalah sumber hukum material. Tidak semua hal yang memiliki sangkut paut dengan sumber hukum berasal dari kitab undang-undang yang sangat baku.

Terdapat beberapa sumber hukum yang berasal dari hukum dalam kehidupan sosial yang menjadi aturan tidak baku di dalam hisup bermasyarakat, seperti sumber hukum material.

Sumber hukum material adalah norma, aturan, dan kaidah yang berasal dari kehidupan sosial masyarakat untuk mengatur segala tindakan yang pantas atau tidak pantas untuk dilakukan.

Dikarenakan sumber hukum material berasal dari nilai dan norma yang dianggap benar dan pantas oleh masyarakat tersebut, maka setiap daerah atau setiap kelompok sosial memiliki sumber hukum material yang berbeda-beda.

Contohnya penduduk Indonesia memiliki anggapan bahwa berbicara dengan orang yang lebih tua harus memiliki sopan santun dan memakai tutur bahasa yang baik, sehingga hal tersebut dijadikan sumber hukum material dalam berinteraksi dengan orang lain.

Namun, hal tersebut berbeda dengan negara liberalis dan demokratis seperti Amerika yang menganggap bahwa berbicara dengan tutur kata yang baik dan sopan bukanlah sebuah keharusan. Menurut contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap daerah atau negara memiliki sumber hukum material yang berbeda-beda.

Sumber Hukum Formal

Sumber hukum yang kedua adalah sumber hukum formal. Berbeda dengan sumber hukum material, sumber hukum formal adalah sebuah sumber hukum yang sangat baku dan dapat menimbulkan sanksi tegas bagi yang melanggarnya.

Menurut sumber lain, pengertian dari sumber hukum formal adalah pengaplikasian dari sumber hukum material yang berlaku di masyarakat dan wajib ditaati oleh seluruh penduduk yang mendiami wilayah tersebut baik dari penduduk lokal maupun pendatang.

Terdapat beberapa beberapa hal yang termasuk ke dalam sumber hukum formal, antara lain.

  • Undang-undang

Sumber hukum formal yang pertama adalah undang-undang. Seperti yang kita ketahui bahwa sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia adalah Undang-Undang 1945.

Berbeda dengan sumber hukum material, undang-undang ini memiliki kekuasaan yang bersifat memaksa dan dapat dikenakan sanksi pidana maupun perdata bagi yang melanggar. Yang termasuk ke dalam undang-undang adalah UU, Peraturan Pemerintah, Perpu, dll.

  • Kebiasaan

Sumber hukum formal yang kedua adalah kebiasaan. Walaupun tidak setegas Undang-Undang, kebiasaan juga termasuk ke dalam salah satu sumber hukum formal. Kebiasaan adalah hal-hal yang dianggap benar karena telah dilakukan secara berulang-ulang oleh masyarakat tersebut.

Contoh dari kebiasaan ini adalah adat istiadat yang telah dilakukan secara turun-temurun sehingga menjadi peraturan wajib yang harus diikuti oleh masyarakat di wilayah tersebut.

  • Yurisprudensi

Sumber hukum formal yang ketiga adalah yurisprudensi. Yurisprudensi adalah keputusan yang diambil hakim pada masa lalu atas suatu perkara yang tidak terdapat di dalam kitab undang-undang, sehingga jika hakim menghadapi kasus yang sama dalam suatu persidangan atas suatu perkara yang tidak terdapat dalam kitab undang-undang, maka hakim tersebut dapat mengambil sumber hukum formal dari yurisprudensi.

  • Traktat

Sumber hukum formal yang keempat adalah traktat. Traktat adalah perjanjian atas perkara atau hal tertentu yang dilakukan oleh 2 (dua) negara atau lebih. Dikarenakan traktat melibatkan unsur negara, maka seluruh warga negara yang mendiami kedua negara yang melaksanakan traktat harus tunduk dan patuh atas perjanjian tersebut.

  • Doktrin

Sumber hukum formal yang kelima adalah doktrin. Doktrin adalah pendapat dari para ahli dalam bidang hukum.

Pembagian Hukum

Hukum Umum (Hukum Publik)

Pembagian hukum yang pertama adalah hukum umum atau hukum publik. Hukum umum adalah sebuah aturan yang mengatur tentang hubungan antar warga negara dalam hal atau perkara yang bersifat global atau umum. Yang termasuk ke dalam hukum umum atau hukum publik adalah hukum pidana, hukum administrasi negara, hukum tata negara, hukum fiskal, dll.

Hukum Perdata (Hukum Sipil)
Pembagian hukum yang kedua adalah hukum perdata (privat) atau hukum sipil. Hukum perdata atau hukum sipil ini mengatur mengenai hubungan antara orang dengan orang, pihak satu dan pihak kedua, dan perkara atas suatu objek yang bersifat keperdataan dengan lebih menitikberatkan kepada kepentingan perorangan.

Yang termasuk ke dalam hukum perdata atau hukum sipil adalah hukum perkawinan, hukum sewa menyewa, hukum jual beli, hukum waris, hukum perjanjian kerja, dll.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian sumber hukum, macam-macam sumber hukum, dan pembagian hukum. Semoga tulisan ini dapat membantu pembaca untuk memahami seluk beluk sumber hukum secara mendalam. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Sumber Hukum dan Macam-macamnya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel