Pengertian Mikrobiologi, Sejarah, Faktor, Jenis dan Mekanismenya

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Dalam ilmu biologi anda akan menemukan istilah mikrobiologi. Jadi memang, mikrobiologi itu adalah salah satu cabang biologi untuk mempelajari mikroorganisme. Obyek penelitian dalam mikrobiologi biasanya adalah semua makhluk hidup yang harus dan perlu dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Pengertian Mikrobiologi, Sejarah, Faktor, Jenis  dan Mekanismenya

Beberapa diantaranya terutama adalah bakteri, jamur, ganggang mikroskopis, protozoa, dan Archaea. Bahkan selain itu, virus juga sering termasuk ke dalam  mikrobiologi meskipun tidak sepenuhnya dianggap sebagai makhluk hidup.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan mengenai mikrobiologi secara lengkap pada artikel berikut ini.

Pengertian Mikrobiologi Secara Umum

Ilmu pengetahuan mengenai mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop. Setelah itu, mikrobiologi menjadi salah satu bidang pengetahuan yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur dan juga membuat vaksin rabies biologi pada saat saat itu. Kemudian perkembangan ilmu mikrobiologi berkembang pesat pada abad ke-19dan  memberikan landasan bagi pembukaan bidang penting lainnya misalnya seperti biokimia.

Dalam penerapannya ilmu mikrobiologi di bidang entri hadir dan juga tidak dapat dipisahkan dari cabang ilmu lainnya yang diperukan juga misalnya seperti dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, gizi, teknik kimia, bahkan untuk astrobiologi dan arkeologi.

Sejarah Singkat Ilmu Mikrobiologi

Sejarah mengenai ilmu mikrobiologi di bagi menjadi beberapa era berdasarkan pada penemunya masing-masing. Berikut penjelasan mengenai sejarah singkat ilmu mikrobiologi. Langsung saja mari kita simak ulasannya berikut ini.

  • Era Robert Hooke (1635-1703)

Robert Hooke merupakan salah satu ahli matematika, sejarawan alam, dan juga ahli mikroskopi yang berasal dari Inggris. Hooke mengilustrasikan struktur buah dari jenis jamur pada bukunya yang terkenal berjudul Micrographia (1665). Buku ini adalah deskripsi pertama dari mikroorganisme yang dipublikasikan.

  • Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723)

Antoni van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang melihat bakteri dan juga merupakan pembuat Belanda mikroskop amatir. Van Leeuwenhoek menggunakan mikroskop yang sangat sedikit dari karyanya sendiri untuk mengamati berbagai mikroorganisme dalam bahan-bahan alami tepatnya pada tahun 1684.

Leeuwenhoek menggunakan jenis mikroskop dalam bentuk bikonveks berbentuk kaca pembesar tunggal dengan spesimen ditempatkan di sudut bukaan kecil di dudukan logam. Yang mana perangkat mikroskop ini diadakan dekat dengan mata dan objek di sisi lain lensa, hal ini dilakukan dan disesuaikan untuk mendapatkan fokus. Pada saat itulah ia menemukan adanya bakteri yakni pada tahun 1676 pada saat mempelajari lada infus dan air (pepper-infus air).

  • Era Pasteur

Pada tahun-tahun setelah diadakannya observasi lain yang menegaskan pengamatan van Leeuwenhoek, peningkatan pemahaman sifat dan keuntungan mikroorganisme berjalan sangat lambat hingga 150 tahun kemudian. Kemudian pada abad ke-19 barulah ada produksi mikroskop secara pesat dan disamping itu rasa ingin tahu manusia akan mikroorganisme mulai tumbuh lagi.

Pada era ini, Louis Pasteur secara lebih luas dikenal berhasil menumbangkan teori generasi spontan dan organisme hidup terjadi. Percobaan yang dilakukan oleh Pasteur dengan menggunakan labu kaldu dan leher angsa disterilkan membuktikan adanya mikroorganisme.

  • Era Robert Koch

Pada era ini tepatnya pada abad ke-16, diketahui bahwa ada agen yang menjadi penyebab penyakit menular. Setelah dilakukan penelitian dan hasil penemuannya ternyata hal tersebut terjadi diyakini karena adanya mikroorganisme sebagai agen yang dimaksud, namun tidak pernah ada bukti apa pun.

  • Robert Koch (1842-1910)

Robert Koch merupakan salah seorang dokter asal Jerman dan merupakan orang pertama yang menemukan konsep hubungan antara penyakit menular dan mikroorganisme untuk memasukkan eksperimental.

  • Era Mikrobiologi Umum

Pada era mikrobiologi umum ini mengacu pada aspek-aspek non-medis dari mikrobiologi. Dua tokoh atau elemen raksasa yang dikenal di era ini adalah Beijerinck dan Winogradsky yang dimulai dengan aspek mikrobiologi lingkungan

  • Martinus Beijerinck dan Teknik Pengayaan Budaya

Pada tahun 1851-1931 Beijerinck Martinus yang merupakan seorang profesor Belanda yang memberikan kontribusi besar terhadap teknik kultur pengayaan. Pada teknik ini dilakukan kegiatan isolasi mikroorganisme dari alam dan ditumbuhkan di laboratorium dengan memanipulasi nutrisi dan kondisi inkubasi. Pada saat itu Beijerinck berhasil mengisolasi kultur murni berbagai mikroorganisme air dan tanah untuk pertama kalinya dengan menggunakan teknik ini.

  • Sergei Winogradsky dan Konsep Kemolitotrofi

Pada tahun 1856-1953 Sergei Winogradsky asal Rusia juga melakukan pengembangan penelitian mirip dengan yang dilakukan Beijerinck. Namun dalam pengembangannya ia mempelajari bakteri yang terlibat dalam siklus nitrogen dan sulfur siklus. Dalam konsep dari kemolitotrofi inisiasi yang dilakukannya memiliki hubungan yang terkait antara oksidasi senyawa anorganik dengan konservasi energi.

Dengan menggunakan teknik pengayaan semacam itu, Winogradsky akhirnya berhasil menemukan bakteri pengikat nitrogen mengisioalsi, Clostridium anaerobik pasteurianum, dan sebagai cikal bakal konsep fiksasi nitrogen mikrobiologi.

  • Mikrobiologi modern

Selanjuntnya setelah memasuki abad ke-20, mulai dikembangkan lagi dua cabang mikrobiologi yang masih saling berhubungan yakni mikrobiologi dasar (basic) dan mikrobiologi (diterapkan) diterapkan.

Yang mana dalam hal ini, dasar mikrobiologi  mengacu pada penemuan-penemuan baru di bidang ini. Sedangkan mikrobiologi yang diterapkan mengacu pada aspek pemecahan masalah (problem solving) yang berhubungan dengan bidang ini. Ketika dihasilkan penemuan atas DNS, maka konsep lapangan pada saat itu memasuki era mikrobiologi molekuler. Yang mana pada saat itu, keberhasilan atas sekuensing DNA ditandai dengan ditemukannya hubungan filogenetik (evolusi) di antara berbagai jenis bakteri.

Lingkup Ilmu Mikrobiologi

Secara umum, mikrobiologi yang merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari biologi mikroba memerlukan ilmu pendukung yang lainnnya seperti ilmu kimia, fisika, dan biokimia. Dari situlah ilmu mikrobiologi dapat dibagi menjadi beberapa sub-disiplin. Adapun lingkup ilmu mikrobiologi berdasarkan pada sub orientasi dibagi menjadi sebagai berikut ini.

1. Orientasi Taksonomi

- Ilmu pengetahuan virus, yakni suatu studi tentang struktur, komposisi dan klasifikasi virus.
- Bakteriologi, yang merupakan studi tentang struktur, komposisi dan klasifikasi organisme hidup termasuk bakteri.
- Mikologi, yakni suatu ilmu mikrobiologi yang mempempelajari tentang komposisi dan struktur kehidupan klasifikasi maklhuk termasuk jamur.
- Phycology atau Algologi, keduanya merupakan suatu ilmu yang mempalajari tentang struktur, komposisi dan klasifikasi makhluk termasuk alga atau ganggang.
- Protozoology, dalam lingkup ini termasuk ke dalam studi tentang struktur, komposisi dan klasifikasi makhluk hidup termasuk protozoa.

2. Orientasi Habitat

- Mikrobiologi air, lingkup mikrobiologi ini merupakan suatu studi mata pencaharian dan peran mikroba dalam air.
- Mikrobiologi Tanah, ilmu mikrobiologi atau studi berdasarkan mata pencaharian dan peran mikroba dalam tanah.
- Mikrobiologi Laut, suatu ilmu yang mempalajari kehidupan mikroba yang hidup di habitat air laut.
Istilah yang Digunakan Dalam Anti-mikroorganisme
Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam mempelajari mikrobiologi terutama anti-mikroorganisme.

  • Bakteriostatik

Istilah ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan untuk menghambat proliferasi bakteri sementara. Jadi pada saat zat ini tidak ada, maka bakteri dapat berkembang biak kembali.

  • Bakterisida

Bakterisida merupakan bahan kimia yang membunuh bakteri secara permanen.

  • Desinfektan

Merupakan bahan – bahan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme patogen yang ada di benda mati.

  • Steril

Istilah steril digunakan untuk menunjukkan adanya kebebasan dari kehidupan mikroorganisme patogen.

  • Septic

Septic merupakan istilah yang digunakan untuk adanya kehadiran bakteri patogen dalam jaringan hidup yang dalam proses infeksi.

Mekanisme Kerja Zat Anti-Mikroorganisme pada Mikrobiologi

Adapun proses mekanisme kerja zat anti-mikroorganisme pada mikrobiolgi dimulai dengan terjadinya kerusakan DNA, Denaturasi protein, Gangguan dari kelompok Sulfhidirl, Antagonisme Kimia dna yang terakhir terjadinya kerusakan pada dinding sel bakteri.'

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mikroorganisme dalam Mikrobiologi

Dalam ilmu mikrobiologi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ketahanan mikroorganisme sebagai substansi-substansi Antimikroorganisme.

  • Elemen Fisik
    Beberapa elemen fisik yang mempengaruhinya antara lain seperti panas, iradiasi sinar UV, dan pada suhu pendingin standar.
  • Elemen Kimia
    Sedangkan beberapa elemen – elemen kimia yang mempengaruhinya antara lain adalah alkohol, ion logam berat, deterjen dan oksidator.

Demikian informasi mengenai pengertian mikrobiologi, sejarah hingga beberapa jenis mikrobiologi dan juga faktor mempengaruhi mikroorganisme dalam mikrobiologi. Semoga menambah wawasan Anda. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Mikrobiologi, Sejarah, Faktor, Jenis dan Mekanismenya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel