Pengertian Budaya, Unsur dan Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Secara etimologis, kata budaya atau kebudayaan berasal dari kata buddhaya, yang merupakan bahasa Sanskerta, bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Pengertian Budaya, Unsur dan Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Berkaitan dengan arti kata budaya dia atas, maka dapat dikatakan bahwa budaya dihasilkan oleh manusia. Bila dilihat dengan seksama, budaya terdiri dari pola eksplisit dan implisit dari suatu perilaku manusia yang diperoleh dan diwujudkan dalam bentuk simbol dan artefak sebagai suatu pencapaian yang khas dari kelompok manusia.

Inti kebudayaan terdiri dari ide-ide tradisional, terutama nilai-nilai yang melekat di dalamnya. Di satu sisi, sistem budaya dianggap sebagai hasil dari suatu tindakan, dan di sisi lain, budaya sebagai pengaruh pengkondisian atas tindakan selanjutnya.

Pengertian Kebudayaan

Sebelum kita menarik kesimpulan dari definisi kebudayan, mari kita lihat beberapa definisi kebudayaan menurut sumber pustaka sebagai acuan.

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dari kebudayaan yakni sebuah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia. Misalnya seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.
  • Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
  • Menurut Koentjaraningrat, budaya adalah semua sistem ide, gagasan, rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang nantinya akan dijadikan klaim manusia dengan cara belajar.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, pengertian budaya menurutnya adalah segala hasil karya baik meliputi rasa dan juga cipta masyarakat. Karya dalam hal budaya meliputi produk teknologi dan kebendaan lainnya,selain itu juga rasa meliputi jiwa manusia yang selaras dengan norma dan nilai sosial, sedangkan pengertian cipta yakni meliputi kemampuan kognitif dan mental untuk mengamalkan apa yang diketahuinya.
  • Menurut Ralph Linton, budaya adalah segala pengetahuan, pola pikir, perilaku, ataupun sikap yang menjadi kebiasaan masyarakat dimana hal tersebut dimiliki serta diwariskan oleh para nenek moyang secara turun-temurun.


Dari beberapa definisi kebudayaan yang berasal dari sumber-sumber pustaka di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa budaya adalah cara hidup sekelompok orang tentang perilaku, keyakinan, nilai, dan simbol yang menjadi kebiasaan dan yang diteruskan dengan komunikasi dan peniruan dari generasi ke generasi.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur kebudayaan sebagai isi pokok kebudayaan, yaitu.

  • Kesenian, dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan psikis manusia
  • Sistem teknologi dan peralatan, dibuat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia
  • Sistem organisasi masyarakat, dibuat untuk saling melengkapi kelemahan dan berbagi kelebihan antara sesama manusia
  • Bahasa, dibuat untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia
  • Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, dibuat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia
  • Sistem pengetahuan, dibuat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia
  • Sistem religi, dibuat karena adanya kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa dari manusia

Wujud Budaya

J.J. Hoenigman membedakan wujud kebudayaan menjadi tiga hal, yaitu.

  • Gagasan (wujud ideal) membentuk pola pikir atau cara berpikir yang berada dalam alam sadar manusia
  • Aktivitas (tindakan) merupakan kegiatan atau tindakan manusia yang terbentuk dalam sistem sosial dan mengakibatkan terjadinya interaksi antar individu di dalam masyarakat.
  • Artefak (karya) merupakan hasil aktivitas manusia, baik dalam bentuk fisik maupun abstrak.


Ciri-ciri Budaya

Suatu budaya memiliki nilai dan karakteristik tertentu, maka ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

  • Ciri yang pertama adalah unsur-unsur budaya biasanya akan saling berkaitan satu dengan yang lainnya
  • Dapat menyimbolkan suatu suku atau daerah tertentu
  • Harus melalui proses belajar, bukan bawaan
  • Dapat disebarkan melalui komunikasi antar individu, kelompok, atau ke generasi selanjutnya.
  • Bersifat dinamis, dapat berubah dari waktu ke waktu
  • Bersifat selektif, menampilkan pengalaman dan pola tingkah laku manusia
  • Dapat diwariskan dari generasi ke generasi
  • Dapat berubah karena adanya proses globalisasi
  • Cenderung diklaim bahwa suatu budaya adalah yang terbaik bagi suatu kelompok manusia tertentu

Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Faktor Internal Perubahan Kebudayaan

  • Perubahan Demografis, pertambahan peduduk akan merubah persediaan kebutuhan pangan,sandang dan papan
  • Konflik Sosial, konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk asli setempat
  • Bencana Alam, penduduk di suatu wilayah yang terkena bencana alam harus dievakuasi sehingga mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya di tempat baru
  • Perubahan Lingkungan Alam, pendangkalan dasar sungai, aberasi pantai, akan merubah pola hidup dan perekonomian penduduk setempat

Faktor Eksternal Perubahan Kebudayaan

  • Perdagangan, terjadinya akulturasi dan asimilasi kebudayaan antara pendatang dan pedagang lokal.
  • Penyebaran Agama, masuknya pengaruh agama merubah gaya hidup dan pola pikir masyarakat.
  • Peperangan, bangsa asing yang berkonflik dengan penduduk setempat sekaligus membawa pengaruh budaya terhadap mereka

Lapisan Budaya

Hofstede, G. (1997) mengemukakan bahwa masyarakat dalam budaya yang sama terbentuk pada lapisan budaya yang secara otomatis telah ada dalam diri mereka. Lapisan budaya dibedakan sebagai berikut.

  • Tingkat nasional, terkait dengan bangsa secara keseluruhan.
  • Tingkat regional, terkait dengan perbedaan etnis, bahasa, atau agama yang ada di dalam suatu bangsa.
  • Tingkat gender, terkait dengan perbedaan gender (perempuan vs laki-laki)
  • Tingkat generasi, terkait dengan perbedaan antara kakek-nenek dan orang tua, orang tua dan anak-anak.
  • Tingkat kelas sosial, terkait dengan peluang pendidikan dan perbedaan dalam pekerjaan.
  • Tingkat perusahaan, terkait dengan budaya organisasi tertentu. Berlaku untuk orang-orang yang dalam suatu perusahaan.

Mengenali Perbedaan Kebudayaan

Mungkin tidak terpikirkan oleh kita tentang contoh budaya yang berbeda yang kita alami setiap hari, tetapi secara intuitif kita tahu bahwa terdapat sikap, perasaan, dan gagasan tertentu ketika kita pergi ke suatu tempat. Secara naluri, kita juga dapat membedakan adanya perbedaan budaya.
Mari kita lihat contoh berikut:

Pergi bekerja ke kantor dengan suasana formal selalu akan membuat kita merasa berbeda ketika kita pergi ke mall dengan suasan kasual. Atau, pergi ke tempat yang progresif seperti negara di Eropa akan terasa berbeda ketika kita pergi ke negara yang konservatif seperti negara di Timur Tengah.

Sikap, perasaan, gagasan, dan hal-hal yang kita rasakan saat kita menjalani hari-hari adalah contoh-contoh budaya. Contoh-contoh ini berhubungan dengan jenis budaya yang didefinisikan sebagai sikap, nilai dan keyakinan bersama dari banyak orang. Hal ini penting karena dapat membantu kita belajar cara berpikir, bertindak dan merasakan agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Hal ini juga yang dapat membantu kita ketika pindah ke negara asing atau mulai berinteraksi dengan sekelompok orang baru yang memiliki sikap dan keyakinan yang sangat berbeda dari orang-orang yang kita kenal.

Pentingnya Memahami Kebudayaan

Memahami makna dan jenis kebudayaan yang berbeda adalah suatu hal yang penting. Dengan mengetahui adanya perbedaan budaya, memberikan kita pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan di sekitar kita. Terutama tentang gagasan, keyakinan, dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Itulah informasi mengenai pengertian budaya hingga pentingnya memahami kebudayaan. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Budaya, Unsur dan Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel