Pengertian Rantai Makanan Hingga Jenis Rantai Makanan

Organisme atau mahluk hidup dari berbagai spesies berinteraksi dalam berbagai cara. Antara organisme tersebut dapat saling bersaing, atau dapat menjadi simbion (mitra jangka panjang dengan suatu jalinan yang erat).

Pengertian Rantai Makanan

Jalinan itu bisa berkembang menjadi suatu proses dari satu organisme memakan organisme yang lain, artinya jalinan tersebut dapat membentuk salah satu tautan dalam rantai makanan.

Apa yang dimaksud dengan Rantai Makanan?

Pengertian Rantai Makanan

Ada beberapa pengertian rantai makanan dari sumber pustaka yang dapat kita jadikan acuan untuk menarik kesimpulan dari pengertian rantai makanan.

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Rantai makanan adalah perolehan makanan pada organisme yang terjadi secara berantai

  • Menurut Wikipedia

Dalam ensiklopedia bebas, rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan.

Dari kedua pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Rantai makanan adalah serangkaian organisme yang memakan satu sama lain sehingga energi dan nutrisi mengalir dari satu organisme ke organisme berikutnya.

Kita ingin melihat bagaimana energi dan nutrisi bergerak dalam komunitas ekologi, lihat contoh berikut:

Seseorang makan burger, maka rantai makanan yang terjadi adalah: rumput → sapi → manusia.
Atau bila dalam burger tersebut ada seladanya, maka orang tersebut juga bagian dari rantai makanan seperti:  selada → manusia.

Seperti yang diilustrasikan pada contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kita tidak selalu dapat sepenuhnya menggambarkan dalam satu jalur lurus. Untuk situasi seperti itu, kita menggunakan beberapa jalur yang bersilangan dan mewakili berbagai hal yang dapat dimakan oleh suatu organisme dan dimakan oleh organisme yang lain. Jalinan dari beberapa atau banyak rantai makanan disebut dengan jaring-jaring makanan.

Jaring-Jaring makanan

Suatu organisme kadang-kadang bisa memakan beberapa jenis mangsa atau dimakan oleh beberapa predator atau pemangsa, pada tingkat trofik yang berbeda.

Seperti ilustrasi di atas ketika seseorang makan burger, sapi adalah konsumen primer, dan daun selada pada burger adalah produsen utama.

Pada rantai makanan terdapat tiga macam rantai yang menghubungkan antara masing-masing tingkatan trofik, yaitu rantai pemangsa atau predator, rantai parasit, dan rantai saprofit.

Komponen Utama Rantai Makanan

Sekarang mari kita lihat bagian-bagian dari rantai makanan mulai dari bawah, produsen , yang kemudian bergerak ke atas.

  • Di dasar rantai makanan adalah produsen utama. Produsen utama berupa autotrof atau paling sering disebut juga sebagai organisme fotosintetik seperti tanaman, alga, atau cyanobacteria. 
  • Organisme yang memakan produsen utama disebut konsumen primer. Konsumen primer biasanya herbivora atau disebut juga organisme pemakan tumbuhan, meskipun mungkin juga organisme ini adalah pemakan alga atau pemakan bakteri. 
  • Organisme yang memakan konsumen primer disebut konsumen sekunder. Konsumen sekunder umumnya adalah karnivora atau disebut juga organisme pemakan daging. 
  • Organisme yang memakan konsumen sekunder disebut konsumen tersier. Konsumen tersier adalah organisme karnivora pemakan organisme karnivora, seperti elang atau ikan besar. 
  • Beberapa rantai makanan memiliki tingkat tambahan, seperti dengan adanya konsumen kuartener yaitu organisme karnivora yang memakan konsumen tersier. Organisme di bagian paling atas dari rantai makanan disebut konsumen puncak.

Mari kita lihat contoh dari level-level tersebut di bawah ini.

Ganggang hijau                moluska ikan sculpin ikan salmon Chinook
Produsen Utama Konsumen Primer Konsumen Sekunder Konsumen Tersier

Masing-masing kategori di atas disebut tingkat trofik yang mencerminkan berapa banyak transfer energi dan nutrisi, berapa banyak langkah konsumsi, yang memisahkan organisme dari sumber energi dari rantai makanan, yaitu sinar matahari.

Satu kelompok konsumen lainnya, meskipun tidak selalu muncul dalam gambar rantai makanan adalah dekomposer atau pengurai yaitu organisme yang mengurai bahan organik mati dan limbah. Dekomposer kadang-kadang memiliki tingkat trofik sendiri.

Sebagai suatu kelompok, dekomposer memakan materi mati dan produk buangan yang berasal dari organisme di berbagai tingkat trofik; misalnya, dekomposer mengkonsumsi materi tanaman yang membusuk, sisa tubuh tupai yang tersisa setengahnya, atau sisa-sisa elang yang mati. Artinya, tingkat dekomposer berjalan sejajar dengan hierarki standar konsumen primer, sekunder, dan tersier. Organisme yang merupakan dekomposer adalah jamur dan bakteri.

Jenis Rantai Makanan

Terdapat dua jenis rantai makanan, yaitu sebagai berikut.

  • Grazing food chain atau rantai makanan rerumputan adalah rantai makanan yang dimulai dari tumbuhan sebagai trofik awal.
  • Detrital food chain atau rantai makanan sisa adalah rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivora atau organisme pemakan materi sisa.

Agar lebih jelas mengenai gambaran rantai makanan dan perbedaan dari jenis rantai makanan hingga membentuk suatu jaring-jaring makanan, mari kita lihat penjelasan berikut.

Pada rantai makanan biasanya tidak menunjukkan dekomposer. Namun, semua ekosistem membutuhkan cara untuk mendaur ulang limbah dan material yang mati. Dalam hal ini berarti dekomposer memang ada. 

Sebagai contoh, dalam ekosistem padang rumput di bawah ini. 

Rumput   - Kumbang – Burung Kecil – Ular – Cacing – Ayam – Musang - Bakteri /Jamur
Rantai makanan sisa atau detrital food chain dapat menyumbangkan energi untuk rantai makanan rerumputan atau grazing food chain. Semua konsumen dan produsen akhirnya menjadi makanan bagi dekomposer. Arah tanda panah menunjukkan langkah konsumsi organisme.

Pentingnya Menjaga Rantai Makanan 

Suatu keseimbangan yang sudah ada sejak lama menghasilkan suatu siklus kehidupan yang stabil. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak boleh diubah. Jika terjadi perubahan maka akan terjadi kerusakan yang berakibat buruk bagi lingkungan.

Kerusakan lingkungan sebagian besar adalah karena ulah manusia. Kerusakan lingkungan karena terputusnya rantai makan terjadi akibat dari terganggunya rantai makanan pada suatu ekosistem.
Berikut beberapa contoh akibat yang timbul apabila salah satu rantai makanan terganggu.

  • Bahan pencemar atau polutan seperti limbah pabrik dan pestisida buatan dapat masuk ke dalam tubuh organisme dan berpindah melalui rantai makanan kemudian tidak dapat diuraikan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat meracuni tanah, membunuh organisme lain yang hidup di ekosistem yang sudah tercemar tersebut, dan juga tubuh manusia yang mengkonsumsi makhluk hidup yang sudah tercemar tersebut. 
  • Penggunaan pestisida berlebihan di sawah dapat menyebabkan berkurangnya populasi tikus yang menjadi makanan ular, maka ular akan memangsa hewan lain yang ada di ekosistem sawah tersebut misalnya ternak ayam yang sedang mencari makanan di sawah, atau ternak ikan yang diternak di dekat sawah. 
  • Hilangnya suatu predator dari rantai makan. Beruang akibat banyak diburu manusia maka populasinya mengalami kepunahan dari siklus bertelur ikan salmon, akan berdampak pada ekosistem air. Karena setelah bertelur, seekor ikan salmon akan mati. Jika tidak ada predator yang memakan akan terjadi pencemaran air sungai karena bangkai ikan salmon yang berserakan. 

Maka dari itu kita harus terus menjaga suatu siklus yang ada walau hanya merupakan sebuah sistem kecil pada suatu siklus rantai makanan. Sesuatu yang kecil yang ada di alam mengandung sesuatu yang sangat besar bagi alam itu sendiri.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Rantai Makanan Hingga Jenis Rantai Makanan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel