Pengertian dan Tujuan Teks Anekdot, Ciri-ciri, Struktur, Cara Membuat dan Contoh Teks Anekdot

Contoh teks anekdot kerap ditemukan di dunia maya akhir-akhir ini. Teks anekdot ini biasanya digunakan untuk menyindir atau mengkritik, tapi dibalut dengan sebuah cerita lucu yang menghibur.

Sebelum stand up comedy setenar sekarang, teks anekdot sangatlah populer digunakan.

Pengertian dan Tujuan Teks Anekdot, Ciri-ciri, Struktur, Cara Membuat dan Contoh Teks Anekdot

Seperti teks-teks lain dalam pelajaran Bahasa Indonesia, teks anekdot juga memiliki teori dasar, tidak sekedar cerita lucu. Berikut sedikit ulasan pengertian dan tujuan teks anekdot, tentang struktur dari teks anekdot, kaidah bahasa yang digunakan, dan juga ciri-cirinya.

Selain itu akan dibahas juga contoh teks anekdot untuk memberikan gambaran kepada Anda.

Pengertian dan Tujuan Teks Anekdot

Berdasarkan KBBI, anekdot atau teks anekdot adalah suatu cerita singkat yang menarik dikarenakan bentuknya yang lucu dan mengesankan, biasanya tentang orang penting atau orang terkenal dengan cerita yang berdasarkan kejadian nyata.

Tujuan dari dibuatnya sebuah teks anekdot adalah untuk menyampaikan suatu kritikan. Kritikannya dibuat lucu agar kesannya tidak menyerang dan juga menghibur bagi pembacanya. Biasanya contoh teks anekdot yang digunakan untuk mengkritik suatu kebijakan pemerintahan, layanan publik, lingkungan sosial, dan lain-lain.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Seperti teks-teks lain dalam Bahasa Indonesia, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang hadir sebagai penanda dan bisa digunakan untuk mengidentifikasinya. Berikut ciri-ciri dari teks anekdot.
  • Biasanya menghadirkan sebuah karakter tertentu, baik hewan maupun figur manusia.
  • Bersifat humoris, dibuat secara lucu supaya pembacanya tertawa.
  • Mengandung suatu kritik atau sindiran pada sesuatu hal.
  • Memiliki target, targetnya biasanya adalah orang-orang penting entah itu pemerintah atau figur tertentu.
  • Pada ceritanya mengangkat realitas kehidupan yang umum.

Struktur Teks Anekdot

Untuk membantumu membuat contoh teks anekdot, setelah memahami ciri-cirinya, ada sebuah struktur yang bisa Anda ikuti. Berikut struktur anekdot yang umumnya digunakan untuk membuah contoh teks anekdot sederhana.
  • Bagian Abstraksi. Pada awal paragraf, bagian abstraksi hadir untuk memberikan keterangan awal terhadap isi dari teks anekdot ini.
  • Bagian Orientasi. Karena teks anekdot berupa suatu cerita atau kisah, dibutuhkan suatu penggambaran tentang situasi dan juga kondisi yang sedang terjadi. Bagian orientasi inilah yang menjelaskan bagian ini.
  • Bagian Event. Menjelaskan bagian kronologis cerita anekdot.
  • Bagian Krisis. Pada bagian inilah masalah utama atau topik yang ingin diangkat mendapat suatu sorotan.
  • Bagian Reaksi. Pada bagian ini merupakan bagian yang memberikan metode penyelesaian dari krisis.
  • Bagian Koda. Pada bagian koda dijelaskan tentang perubahan yang terjadi pada tokoh dan suasana secara umum.
  • Bagian Reorientasi. Pada bagian inilah teks ditutup.

Cara Membuat Teks Anekdot

Ada beberapa urutan yang bisa memandumu membuat contoh teks anekdot. Berikut urutannya.
  • Tentukan tema utama supaya cerita bisa fokus. Anda bisa mengamati hal yang tengah menjadi bahan perbincangan.
  • Mulai mencari cari bahan untuk membangun cerita. Bahan pokok yang dibutuhkan antara lain adalah setting cerita dan tokoh utama.
  • Tentukan pesan moral dari cerita yang ingin diangkat. Pesan moral ini tidak harus disampaikan secara gamblang. Anda bisa juga membuatnya tersirat dalam kisah.
  • Tentukan titik lucunya. Untuk membuat kelucuan, buatlah suatu patahan pada logika.

Kaidah Bahasa

Sebelum Anda membuat contoh teks anekdot, ada baiknya Anda mengetahui kaidah bahasa yang digunakan pada teks anekdot.
  • Biasanya menggunakan kisah bersetting waktu lampau
  • Terdapat konjugasi atau kata penghubung
  • Terdapat kalimat perintah
  • Menggunakan kata kata pernyataan yang retoris
  • Menggunakan kata kerja
  • Menggunakan kalimat seru

Contoh Teks Anekdot

Setelah mengetahui penjelasan mengenai teori dasar dari teks anekdot, berikut akan diberikan contoh teks anekdot untuk memberikan gambaran yang lebih jelas untuk Anda.

***
Judul:

Mencuri Sandal

Abstraksi:
Pada suatu siang, sehabis makan soto, Paimo pulang kerumah dengan berjalan kaki.

Orientasi:
Saat Paimo sedang berjalan, dari belakang tiba-tiba ada sepeda motor ugal-ugalan dan menyerempetnya. Si pengendara motor langsung kabur, Paimo tak sempat minta ganti rugi. Selain luka-luka di tubuhnya, sendal Paimo juga putus.

Apes, uang Paimo sudah habis untuk beli soto. Rumah Paimo cukup jauh, tak mungkin kalo dia berjalan tanpa alas kaki.

Krisis:
Tak jauh dari situ, Paimo mendapati sebuah masjid. Waktu itu, pas pada jam sholat Dhuhur, ada beberapa jamaah yang sedang sholat di Masjid. Mata Paimo berbinar melihat sendal-sendal bergeletakan ditinggalkan pemiliknya.

Tak menunggu lama, Paimo kemudian mengambil salah satu sendal terbagus diantara sendal-sendal lain. Lumayan, abis kecelakaan bisa dapat sendal baru.

Ternyata apes bagi Paimo, saat sedang berjalan menjauh dari masjid, si pemilik sendal sudah selesai sholat dan bergegas keluar. Dia tidak mendapati sendalnya. Dari beranda masjid dia juga melihat Paimo sedang berjalan menjauh sambil mengenakan sendal miliknya.

Pemilik sandal langsung saja berteriak dan mengejar Paimo. Paimo yang berperut buncit tak sanggup mengimbangi kecepatan pemilik sendal itu, alhasil Paimo ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi.

Polisi melakukan penyidikan pada kasus Paimo. Setelah penyidikan selesai dilakukan, diputuskan bahwa Paimo bersalah melanggar pasal pencurian. Diagendakan Paimo akan disidang seminggu lagi.
Sial dua kali si Paimo, sudah keserempet motor, sedang nyolong sendal malah ketauan. Niatnya pengen untung malah buntung.

Reaksi:
Setelah seminggu berlalu, hari persidangan pun telah tiba, Paimo duduk di kursi tersangka dengan lesu dan wajah tertunduk.
Hakim : “Baiklah, Paimo, umur 24 tahun, berdasarkan penyidikan kepolisian telah terbukti melakukan pencurian sandal di masjid. Dengan ini tersangka divonis ukuman penjara 5 tahun.”
Paimo : “Kok bisa gini pak. Gak adil ini pak. Koruptor aja vonisnya lebih ringan.”
Hakim: “Begini pak Paimo, saya akan coba jelaskan. Bapak mencuri sandal dari satu orang yang harganya 500 ribu. Itu mahal lho pak, bisa buat hidup 1 bulan buat anak kos. Jadi Anda merugikan sebesar 500 ribu terhadap satu orang. Sedangkan koruptor itu mencuri duit 2 miliar milik 200 juta rakyat Indonesia, kalo diitung, koruptor itu hanya merugikan 10 rupiah untuk tiap orangnya. 10 rupiah bisa buat apa? Kerokan ajah gak bisa to. Nah, kalo dibandingkan, bapak Paimo jauh lebih merugikan satu orang.

Koda:
Paimo mewek, dia kemudian dimasukan ke penjara. Di penjara dia ditertawakan teman satu selnya, karena alasan masuk penjara gara-gara nyolong sendal.

Penjelasan:
Teks anekdot diatas mengkritik hukum di Indonesia yang terkesan tumpul keatas tapi tajam ke bawah. Rakyak kecil dijerat hukum dengan berat, tapi para petinggi yang terbukti korupsi bisa mendapatkan vonis hukuman lebih sebentar.

***
Teks anekdot memang cukup efektif untuk melakukan kritik. Bentuknya yang dibuat lucu bisa menggelitik pembacanya. Kritik yang dilemparkan pun menjadi tidak tersamarkan dan tidak menyerang dengan terang-terangan.

Dengan penjelasan dan contoh teks anekdot diatas, semoga Anda bisa lebih paham dan membuat contoh teks anekdot sendiri. Anda bisa mengeluarkan gagasanmu sendiri dan mengkritis sesuatu yang tidak beres yang terjadi di sekitarmu. Selamat mencoba.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Tujuan Teks Anekdot, Ciri-ciri, Struktur, Cara Membuat dan Contoh Teks Anekdot"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel