Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Kalimat majemuk adalah salah satu materi yang akan dipelajari di sekolah tepatnya di pelajaran bahasa Indonesia. Materi kalimat majemuk ini memang tergolong materi yang cukup rumit, karena kalimat majemuk sendiri terdiri dari banyak sekali jenis. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak dari Anda yang akan mengalami kebingungan.

Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk

Namun, jangan sampai kebingunan menyebabkan Anda untuk malas mempelajari materi ini ya.  Jika terus membiarkannya maka tentu saja Anda tetap tidak akan bisa materi ini. Padahal materi ini sangat penting, apalagi jika Anda bercita-cita ingin menjadi seorang penulis.
Nah, bagi anda yang masih bingung dengan materi kalimat majemuk jangan khawatir karena pada artikel kali ini kami akan membahas dan mengulas secara lengkap materi kalimat majmeuk mulai dari pengertian, ciri, jenis hingga contoh kalimat mejemuk.

Pengertian Kalimat Majemuk

Pengertian kalimat majemuk adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Yang mana  klausa pada kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Klausa adalah perpaduan antara satu subjek dan satu predikat, namun klausa ini bisa juga ditambahkan dengan objek, keterangan, atau pelengkap lainnya. Jadi, pengertian kalimat majemuk secara lebih sederhana merupakan kalimat yang terdiri lebih dari satu subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap lainnya.

Pada umumnya, biasanya antar klausa dalam satu kalimat akan dihubungkan dengan kata penghubung (konjungsi). Namun, tentu saja nantinya Anda akan menemukan kalimat majemuk tanpa penghubung, karena kata hubung biasanya tidak akan Anda temukan pada kalimat majemuk yang memiliki sifat perluasan. Nah, untuk lebih mudah untuk mengidentifikasi kalimat majemuk dan bukan majemuk, selanjutnya kami akan paparkan beberapa ciri-ciri kalimat majemuk.

Ciri-ciri Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk tentu saja memiliki ciri dan krakteristik yang berbeda dengan jenis kalimat yang lainnya.  Untuk mempermudah Anda mengenal kalimat majemuk, berikut akan kami jelaskan ciri-ciri dan karakteristik kalimat majemuk yang harus anda ketahui.

  • Sesuai dengan pengertiannya, kalimat majemuk yang biasa dibuat ini memiliki lebih dari satu subjek dan satu predikat.
  • Kalimat inti pada kalimat majemuk akan memiliki penggabungan atau perluasan.
  • Dari penggabungan atau perluasan yang dilakukan pada kalimat majemuk maka Anda akan mendapatkan pola kalimat baru.


Jenis-jenis Kalimat Majemuk

Setelah Anda mengetahui ciri-ciri kalimat majemuk, selanjutnya kami akan jelaskan mengenai beberapa jenis kalimat majemuk yang wajib anda ketahui. Hal yang membedakan antara kalimat majemuk yang satu dengan yang lainnya terletak kata hubung yang berbeda.

Oleh karena itu, anda bisa menentukan jenis kalimat majemuk dengan melihat kata hubung saja kamu akan dapat menentukan jenis dari kalimat majemuk tersebut. Adapun jenis-jenis kalimat majemuk yang harus Anda ketahui adalah sebagai berikut.

Kalimat Majemuk Setara

Jenis kalimat majemuk yang satu ini adalah kalimat majemuk yang terdiri dari klausa yang sederajat. Ciri dari kalimat majemuk jenis ini biasanya tidak akan memiliki anak kalimat atau memiliki klausa yang bersifat koordinatif. Yang mana jika  dipisahkan satu dengan yang lainnya kalimat tersebut bisa berdiri sendiri dan menjadi sebuah kalimat.

Untuk lebih mudah mengerti berikut akan kami berikan ciri-ciri kalimat majemuk setara yang akan membantu kamu dalam menentukan jenis kalimat majemuk. Ciri-ciri kalimat majemuk setara.

  • Antara klausa yang satu dengan klausa yang lainnya memiliki kedudukan yang sama.
  • Klausa yang satu dan yang lainnya mempunyai hubungan koordinatif atau dapat berdiri menjadi suatu kalimat tersendiri.
  • Kalimat majemuk setara biasanya menggunakan kata hubung misalnya seperti dan, lalu, ketika, kemudian, sebelum, setelah, bahkan, atau sedangkan.

Namun, tidak sampai disitu saja. Ternyata kalimat majemuk setara kembali dibagi menjadi beberapa jenis lagi. Berikut jenis kalimat majemuk setara besarta contoh kalimat majemuk setara agar anda bisa mudah memahami.

  • Contoh Kalimat majemuk setara berlawanan

Kalimat mejemuk setara berlawanan merupakan kalimat majemuk setara yang menyatakan suatu kondisi atau keadaan yang berbeda. Berikut contoh kalimat majemuk setara berlawanan.

Rara ingin pergi berlibur, tetapi ia harus belajar untuk ujian minggu depan.
Nayla memiliki hobi menulis, sedangkan Avi memiliki hobi membaca.

  • Contoh Kalimat majemuk setara sejalan

Kalimat majemuk setara sejalan adalah sebuah kalimat yang majemuk yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki sifat atau kedudukan yang sama. Contoh:

Aulia adalah murid di SMA 2 Jember dan Anita adalah murid di SMA 1 Jember.
Zizi berangkat ke sekolah sebelum Ayahnya berangkat ke kantor.

  • Contoh Kalimat majemuk setara sebab akibat

Kalimat majemuk setara sebab akibat adalah suatu kalimat majemuk setara yang terdiri dari beberapa kalimat yang pada bagian yang lainnya menjelaskan sebab akibat. Contoh:

Dentar sangat rajin berlatih renang, sehingga ia sekarang dapat menjuarai berbagai macam kejuaraan renang dunia.
Jojo sangat rajin bersepeda, sehingga ia memiliki tubuh yang sehat.

Baca Artikel : Pengertian Teks Prosedur

Kalimat Majemuk Bertingkat

Jenis kalimat majemuk berikutnya yang akan kami jelaskan adalah kalimat majemuk bertingkat. Jenis kalimat majemuk yang satu ini berbeda dengan kalimat majemuk setara, jika kalimat majemuk setara, memiliki klausa yang satu dengan yang lainnya setara, maka kalimat majemuk bertingkat memiliki kedudukan yang tidak setara antara klausa yang satu dengan yang lainnya.

Kedudukan dari klausa kalimat majemuk jenis ini memiliki tingkatan, hal itu merupakan hasil perluasan dari salah satu klausa terhadap klausa lainnya. Berikut ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat agar Anda tahu perbedaannya.

Ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat

  • Klausa kalimat yang satu dengan yang lainnya tidak memiliki posisi atau kedudukan yang setara.
  • Apabila antar klausa yang satu dengan yang lainnya dipisahkan maka kalimat tersebut tidak dapat berdiri sendiri.
  • Kalimat majemuk bertingkat biasanya menggunakan kata hubung, seperti sehingga, jika, bahwa, bagaikan, sebab, ketika, dan walaupun.

Dan jenis kalimat majemuk bertingkat ini kembali dibagi menjadi beberapa jenis lagi. Berikut ini beberapa jenis kaimat majemuk bertingkat yang dapat anda ketahui.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu

Sesuai dengan namanya, jenis kalimat majemuk yang satu ini memiliki hubungan dengan waktu. Biasanya kata hubung yang sering digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu yaitu ketika. Karena kata hubung ketika berkaitan dengan waktu. Contoh:

Andi sedang bermain sepeda, ketika ayah datang.
Ibu pergi belanja ke pasar, ketika matahari terbit.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan adalah jenis kalimat majemuk yang berisi sangkalan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu. Biasanya kalimat ini akan menggunakan kata hubung seperti padahal, sedangkan, dan lainnya.

Contoh:
Riri tetap berangkat ke sekolah, walaupun ia sedang sakit.
Maria pergi mengikuti lomba olimpiade, sedangkan teman-temannya yang lain tidak.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat

Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat ini yaitu andaikan, seandainya, jika, apabila, dan asalkan.

Contoh:
Saya akan pergi kerumah nenek seandainya Ayah tidak sakit.
Ani akan pergi ke rumah Ana jika tidak hujan.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab

Kalimat majemuk jenis ini adalah kalimat majemuk yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu keadaan tertentu dari kalimat inti. Biasanya Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat ini adalah kata oleh karena, karena, dan sebab.

Contoh:
Adi tidak ingin pergi ke mana pun, sebab besok saudaanya akan datang.
Dina belajar dengan rajin, karena ia ingin menjadi juara kelas.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan akibat

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan akibat adalah kalimat majemuk bertingkat yang menjelaskan tentang suatu kejadian dari kalimat inti. Dalam hal ini biasanya anak kalimat akan berperan sebagai kalimat penjelas terkait akibat dari induk kalimat. Kata hubung yang digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat yang berhubungan dengan akibat adalah kata maka, sehingga, dan sampai-sampai.

Contoh:
Azkia adalah anak yang rajin belajar, sehingga pantas ia menjadi bintang kelas.
Andi sedang menunggu kereta, maka ia duduk di stasiun.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan

Kalimat majemuk ini biasanya menggunakan kata hubung yang sering digunakan pada kalimat majemuk jenis ini, yaitu biar, agar, dan supaya.

Contoh:
Reni langsung beristirahat setelah selesai latihan agar besok tubuhnya fit dan semangat kembali.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan perbandingan

Kalimat ini biasanya digunakan untuk menyatakan hubungan perbandingan antar klausa yang satu dengan klausa penjelas atau induk kalimat dengan anak kalimat. Adapun kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini, yaitu sebagaimana, ibarat, seperti, laksana, bagaikan, dan lebih baik.

Contoh:
Dari pada menunggu Linda terlalu lama lebih baik kita pulang saja.

  • Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara

Jenis kalimat majemuk bertingkat ini biasanya menggunakan kata hubung dengan.

Contoh:
Budi mendapatkan Juara 1 di kelasnya dengan belajar tekun dan rajin.

Kalimat Majemuk Campuran

Sesuai dengan namanya kalimat majemuk jenis ini adalah kalimat majemuk gabungan antara kalimat majemuk rampatan atau kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Biasanya terdapat minimal 3 kalimat tunggal dalam suatu kalimat majemuk campuran. Berikut ciri-ciri dari kalimat majemuk campuran yang wajib anda ketahui.

Ciri-ciri kalimat majemuk campuran

  • Klausa yang satu dengan yang lainnya memiliki hubungan setara dan juga bertingkat.
  • Antara klausa yang satu dengan yang lainnya memiliki dua atau lebih konjungsi yang menjadi penghubung.
  • Dalam satu kalimat majemuk campuran memiliki 3 atau lebih klausa, satu merupakan induk kalimat dan yang lainnya berperan sebagai anak kalimat


Contoh kalimat majemuk campuran
Contoh:

Dayu sedang belajar pelajaran bahasa Indonesia ketika Senja datang berkunjung karena ia ingin meminjam buku catatannya.

Kalimat Majemuk Rampatan

Kalimat majemuk rampatan adalah jenis kalimat majemuk yang berasal dari kalimat majemuk setara, namun ada rapatan pada setiap bagian-bagiannya. Hal ini disebabkan karena klausa pada kalimat tersebut memiliki posisi atau kedudukan yang sama dalam satu kalimat. Pada umumnya perampatan pada kalimat majemuk ini dilakukan pada bagian subjek atau predikat.

  • Contoh Kalimat Majemuk Rampatan

Contoh:
Beni sedang belajar dengan rajin, karena ujian kenaikan kelas akan dilaksanakan bulan depan.
Sekarang anda sudah tahu kan apa itu kalimat majemuk hingga contoh kalimat majemuk. Sekian, semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel