Pengertian Pajak Penghasilan, Subjek dan Objek Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung Pajak Penghasilan

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Bagi orang-orang yang sudah sering berhubungan dengan yang namanya pajak pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah yang kerap digunakan. Salah satu jenis pajak yang sering dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari adalah pajak penghasilan atau disingkat dengan PPh.

Pengertian Pajak Penghasilan, Subjek dan Objek Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Walaupun ada beberapa orang yang sudah tahu dan mengerti apa itu pajak  penghasilan, namun tidak sedikit juga orang yang belum paham mengenai pengertian pajak penghasilan.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian pajak penghasilan dan segala hal yang berhubungan dengan pajak penghasilan. Yuk simak ulasannya.

Pengertian Pajak Penghasilan

Sebenarnya pengertian dari pajak penghasilan atau biasa disebut dengan PPh adalah suatu pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum yang lainya. Pengenaan pajak penghasilan (PPh) ini biasanya berasal dari benda bergerak ataupun benda tidak bergerak, penghasilan yang didapatkan dari suatu usaha, penghasilan pejabat pemerintahan, pensiun dan pembayaran gaji secara berkala.

Pajak penghasilan biasa disebut dengan pajak penghasilan pasal 25 atau PPh 25 denagn dasar hukum yakni undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 kemudian mengalami perubahan yang berturut-turut mulai dari UU No.7 Tahun 1991, UU No.10 Tahun 1994, UU No.17 Tahun 2000, dan UU No.36 Tahun 2008.

Tarif pajak penghasilan (PPh) ini sifatnya adalah proporsional didasarkan pada kriterianya yakni mulai dari 1%, 2% hingga 3%.

Subjek Pajak Penghasilan (PPh)

Setelah mengetahui pengertian pajak penghasilan, pertanyaan selanjutnya yang pasti ada dipikiran anda adalah siapa subjek pajak penghasilan (PPh) tersebut? Nah, subjek pajak penghasilan itu sendiri adalah wajib pajak yang menurut ketentuan yang berlaku harus membayar, memotong atau memungut pajak yang terutang atas objek pajak penghasilan.

Subjek pajak penghasilan terdiri dari dua jenis yakni subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. Subjek PPh dalam negeri yakni berupa orang pribadi, badan yang berkedudukan di Indonesia serta warisan yang belum terbagi. Sedangkan subjek pajak luar negeri adalah subjek pajak yang subjek pajak luar negeri yang bekerja dan mendapatkan gaji di Indonesia.

Namun, selain itu menurut UU No 36 Tahun 2008 yang menjadi subjek pajak adalah sebagai berikut:
  • Subjek Pajak Pribadi
Yakni orang pribadi yang berada di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Atau orang pribadi yang dalam 12 bulan atau satu tahun pajak berada di Indonesia dan memiliki niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.
  • Subjek Pajak Harta Warisan Belum Dibagi
Subjek pajak harta warisan belum dibagi maksudnya adalah warisan dari seseorang yang sudah meninggal dan belum dibagi tetapi menghasilkan pendapatan, maka pendapatan tersebut akan dikenakan pajak.
  • Subjek Pajak Badan
Yang dimaksud dengan subjek pajak badan disini adalah badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali suatu unit tertentu dari badan pemerinatah yang memenuhi kriteria sebagai berikut.
  • Pembentukannya didasarkan apda ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Pembiayaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negera atau Anaggan Pendapata dan Belanja Daerah.
  • Penerimaaan dimasukkan ke dalam anggaran pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.
  • Pembukuan yang diperiksa langsung oleh pengawasan fungsional Negara, dan
  • Bertempat tinggak di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Atau badan yang tidak didirikan dan berkedudukan di Indonesia tapi melakukan kegiatan di Indonesia.
Nah, sekarang anda sudah paham kan pengertian pajak penghasilan (PPh) dan siapa yang disebut dengan subjek pajak penghasilan?

Objek Pajak Penghasilan (PPh)

Selanjutnya kami akan menjelaskan mengenai objek pajak penghasilan. Objek pajak penghasilan tidak berbeda jauh dengan subjek pajak penghasilan. Objek PPh pun masih menjadi pertanyaan dari sebagian orang. Objek pajak penghasilan adalah setiap tambahan dari kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh dari wajib pajak dari dalam ataupun luar negeri. Yang dipakai untuk mengkonsumsi ataupun menambah kekayaan dari wajib pajak yang bersangkutan dalam bentuk dan nama apapun.

Jika dilihat dari ilmu akuntansi pajak, objek pajak penghasilan dibagi menjadi 3 jenis yakni penghasil yang bukan objek pajak PPh, penghasil yang sudah terkena PPh dan penghasil yang merupakan objek pajak itu sendiri.

Langkah-langkah Menghitung PPh 25 sesuai UU Nomor 36 Tahun 2008

Berikut langkah-langkah mengitung PPh 25.
  • Menghitung penghasilan Bruto setiap Bulan
    Caranya adalah dengan menjumlahkan saja penghasilan anda secara keseluruhan pada bulan berjalan. Termasuk gaji pokok, tunjangan, permi jaminan, dan uang tambahan di luar gaji pokok.
  • Menemukan Penghasilan Bersih atau Netto selama  1 Bulan
    Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menemukan penghasilan bersih atau netto anda selama sau bulan. Caranya mudah saja, anda hanya perlu mengurangi penghasilan bruto pada bulan berjalan dengan pengurangnya seperti biaya jabatan (5% dari gaji), iuran pensiun (2% dari gaji pokok, Iuran jaminan hari tua (2% dari gaji pokok).
  • Menentukan dan Menghitung Penghasilan Bersih atau Netto Selama Satu Tahun
  • Menghitung penghasilan kena pajak
  • Menghitung PPh 25 yang harus di bayarkan
Jadi, sekarang anda sudah tahu kan pengertian pajak penghasilan, subjek dan objek pajak penghasilan serta cara menghitung pajak penghasilan. Jadi jangan lupa bayar pajak, semoga bermanfaat, terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Pajak Penghasilan, Subjek dan Objek Pajak Penghasilan dan Cara Menghitung Pajak Penghasilan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel