Pelaksanaan Pancasila Pada Masa Orde Baru Lengkap dengan Penyelewengannya

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Pancasila merupakan sebuah dasar Negara yang ada di Indonesia. Pancasila diusulkan pertama kali sebagai dasar negara oleh seorang proklamator yang bernama Ir. Soekarno, ia adalah Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Oleh karena itu, tak heran jika pancasila dapat dikatakan sebagai sumber dari segala sumber bagi bangsa Indonesia itu sendiri. Ada banyak kajian yang ada dalam kandungan setiap sila yang ada pada pancasila.

Pelaksanaan Pancasila Pada Masa Orde Baru Lengkap

Adanya pancasila sebagai dasar Negara menjadi ciri khas dari semua kegiatan ataupun aktivitas yang berkaitan dengan sejarah bangsa. Sejarah pancasila sudah berhasil melewati masa pada saat bangsa Indonesia mengalami banyak kesulitan mulai dari jaman yang dijajah oleh Spanyol, Belanda hingga Jepang sampai dengan Indonesia merdeka tepat pada tahun 1945.

Dalam hal ini dapat kita lihat bahwa pancasila adalah ideologi yang bisa bertahan dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia. Namun walaupun pancasila berperan sebagai ideologi politik, ia juga bisa memudar dan ditinggalkan oleh para pendukungnya. Hal ini tentu sebenarnya terjadi karena sangat bergantung pada daya tahan setiap ideologi yang ada di dalam suatu Negara.

Pengertian Pancasila

Pancasila sudah diterapkan sejak dulu setelah merdeka hingga saat ini. Seperti yang kita tahu, Indonesia sendiri memiliki beberapa orde mulai dari orde lama, orde lama hingga reformasi saat ini. Pastinya penerapan pancasila di setiap orde juga mengalami pasang surut. Nah, pada artikel kali ini kami akan membahas penerapan pancasila pada masa orde baru. Namun, sebelumnya kami akan membahas mengenai pengertian pancasila terlebih dahulu.

Pancasila merupakan suatu ideologi dasar yang berperan sebagai pandangan dan pedoman bagi negara Indonesia. Nama pancasila sendiri berasal dari bahasa sanskerta yang terdiri dari dua kata yakni panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Bagi seluruh rakyat Indonesia, Pancasila berperan pedoman dan rumusan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila Pada Masa Orde Baru (1965-1998)

Masa atau era order baru terjadi pada tahun 1965 hingga 1998 yang terlaksananya berdasarkan ketetapan yang ada pada “supersemar” dan TAP MPRS no. XXXVII/MPRS/1968. Periode ini disebut juga masa demokrasi pancasila, hal ini karena semua bentuk penyelenggaraan negara berlangsung atas dasar nilai-nilai pancasila.

Ciri-Ciri Umum Pancasila

Adapun beberapa ciri-ciri pancasila adalah sebagai berikut.
  • Lebih mengutamakan musyawarah mufakat
  • Mengutamakan kepentingan rakyat dan juga negara
  • Penegakan HAM dengan cara tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
  • Semua hal selalu diliputi oleh semangat kekeluargaan
  • Memiliki rasa tanggung jawab yang cukup besar dalam melaksankan hasil keputusan musyawarah
  • Semua hal dilakukan dengan menggunakan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur

Sejarah Pancasila dan Penerapan Pancasila Masa Orde Baru

Sejarah telah mencatat pada saat tejadi situasi politik dan keamanan yang sangat kacau oleh bangsa Indonesia. Tepatnya pada saat bangsa Indonesia dihadapkan pada sebuah pilihan yang berat, misalnya seperti ketika akan memberikan makanan serta sandang kepada rakyat Indonesia atau harus melakukan kepentingan strategi dan politik pada wilayah internasional seperti yang sudah dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada saat itu.

Apabila kita berkaca dan melihat pada jaman itu, maka kita akan melihat upaya dari Presiden Soekarno tentang Pancasila yang diliputi oleh paradigma yang memiliki esensi yakni menegakan stabilitas negara guna mendukung rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Istilah yang terkenal pada masa itu adalah stabilitas politik yang dinamis diikuti dengan trilogi pembangunan. Pada saat itu, Presiden Soekarno melakukan rekontruksi serta pemahaman yang menyeluruh agar dapat memahami isi dari kandungan Pancasila sebagai dasar Negara dalam politik bernegara. Hal ini ia lakukan melalui  P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

Hal ini dilakukan karena dilatarbelakangi oleh pengalaman era sebelumnya dan situasi baru yang dihadapi bangsa Indonesia.

Namun, pada masa itu demokratisasi (proses memanusiakan manusia) pada akhirnya tidak berjalan dengan lancar dan sesuai rencana di Indonesia. Ada banyak pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai tempat yang dilakukan oleh aparat negara atau pemerintah. Pada masa itu, pancasila seringkali digunakan sebagai pembenaran atau legitimator atas berbagai macam tindakan yang menyimpang.

Bahkan pancasila juga dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan harus digunakan sebagai alasan untuk menciptakan stabilitas nasional. Hal ini bahkan mengesampingkan fungsi pancasila yang sebenarnya sebagai ideologi yang memberikan ruang kebebasan untuk rakyat dalam hal berkreasi.

Alhasil pada masa order baru Pancasila hanya diarahkan menjadi Ideologi yang hanya menguntungkan satu golongan saja. Hak-hak demokrasi pun juga tidak pernah dipenuhi pada saat itu dengan mengatasnamakan loyalitas tunggal pada pemerintah dan atas nama persatuan dan kesatuan.

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru melalui Penataran P4

Pada era Orde Baru, pemerintah secara formal melakukan pengkultusan terhadap Pancasila. Tidak hanya itu pemerintah juga mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila yang dikenal dengan istilah penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) di sekolah dan di masyarakat selain dengan sesuai dengan  TAP MPR NO II/MPR/1978. Semua pihak pada saat itu diwajibkan untuk melaksanakan penataran P4 baik itu siswa, mahasiswa, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga negara.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila. Dengan adanya pemahaman yang sama maka diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara.

Adanya penegasan tersebut membuat opini rakyat mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Dalam kegiatan penataran P4 yang dilaksanakan pada saat itu ternyata tidak hanya melakukan sosialisasi nilai Pancasila dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa saja, akan tetapi dalam aktivitas penataran P4 juga disampaikan pemahaman terhadap Undang- Undang Dasar 1945 hingga Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Pelaksanaan penataran P4 sendiri adalah sebuah tanggung jawab dari Badan Penyelenggara Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila  atau disingkat BP7. Namun ternyata, semua tidak berjalan lancar untuk melakukan pendidikan semacam itu, hal ini berakibat fatal khususnya bagi para generasi muda.

Setelah dikemas dalam penataran P4, Pancasila yang pada awalnya berisi nilai-nilai yang luhur, ternyata justru mematikan hati nurani generasi muda terhadap makna dari nilai luhur Pancasila itu sendiri. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh pendidikan yang di doktrin tidak disertai dengan keteladanan yang benar.

Hal ini terlihat dari keseharian para pemimpin yang berpidato dengan selalu mengucapkan kata-kata Pancasila dan UUD1945, namun dalam kenyataannya masyarakat tahu bahwa kelakuan dan tindakan yang dilakukan oleh mereka jauh dari apa yang mereka katakan.

Perilaku yang dilakukan oleh para pemimpin ini justru semakin membuat persepsi yang buruk bagi para pemimpin dam juga meredupnya Pancasila sebagai landasan hidup bernegara. Hal ini tidak lain karena masyarakat menilai bahwa aturan dan norma hanya untuk orang lain (rakyat), namun hal tersebut tidak berlaku bagi para pemimpin.

Dengan kata lain pada saat masa orde baru Pancasila hanya digunakan sebagai slogan yang menunjukkan kesetiaan semu terhadap pemerintah yang sedang berkuasa pada masa itu.

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pancasila pada masa orde baru itu sendiri adalah sebagai berikut.
  • Pada masa orde baru pemerintah melaksanakan pancasila dan juga uud 1945 secara murni
  • Pada masa itu juga pemerintah berhasil mempertahankan pancasila sebagai dasar serta ideologi negara.
  • Tidak hanya itu, pemerintah juga berhasil mengatasi paham komunis di Indonesia

Penyelewengan pada Masa Orde Baru

Pada masa orde baru, Presiden Soeharto pada saat itu banyak melakukan penyelewengan dalam penerapan pancasila, salah satunya diwujudkan dengan diterapkannya demokrasi sentralistik, demokrasi yang berpusat di pemerintah, pelanggengan kkn tak heran jika pada saat ini banyak pejabat negara yang korupsi.

Selain itu yang paling parah adalah pada saat itu, negara indonesia juga mengalami krisis moneter yang disebabkan oleh keuangan negara yang tidak stabil namun juga banyaknya hutang ke negara asing.

Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa penyelewengan pada masa orde baru.
  • Adanya pernyataan bahwa soeharto akan menjabat presiden selama 32 Tahun.
  • Terjadinya penafsiran sepihak pada pancasila oleh rezim orde baru melalui penataran p4.
  • orang-orang yang memiliki gagasan kreatif serta kritis menjadi takut karena pada saat itu terjadi penindasan ideologis.
  • Penindasan tersebut dibuktikan dengan adanya penindasan secara fisik seperti pembunuhan orang di timor-timur, aceh, irian jaya, kasus tanjung priok, penghancuran pada kasus 27 juli.
  • Adanya perlakuan diskriminasi oleh pemerintah yang dirasakan oleh masyarakat non pribumi (keturunan) serta masyarakat golongan minoritas.
Jadi, sekarang Anda sudah tahu kan bagaimana penerapan pancasila pada masa orde baru dan beberapa penyelewengan yang dilakukan. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda, terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Pelaksanaan Pancasila Pada Masa Orde Baru Lengkap dengan Penyelewengannya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel