Cara Membuat Cerpen yang Baik dan Benar dan Contoh Cerpen Singkat

https://www.pengertianteksprosedur.com/ - Cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang alur ceritanya, seperti novella dan novel.

Cara Membuat Cerpen yang Baik dan Benar

Cerpen juga merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek yang  singkat dan jelas.

Pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi tentang kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh. Cerpen biasanya hanya mempunyai jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja.

Fungsi dari Cerpen Singkat

Fungsi  cerpen dapat dibagi dalam lima golongan yaitu.
  • Fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur untuk para pembacanya.
  • Fungsi didaktif, yaitu mengarahkan dan mendidik para pembaca cerpen tersebut  karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalam cerpen.
  • Fungsi estetis, cerpen merupakan sebuah cerita yang memberikan suatu keindahan bagi para pembacanya.
  • Fungsi moralitas, yaitu fungsi yang mengandung nilai nilai moral sehingga para pembacanya dapat mengetahui nilai moral yang baik dan tidak baik bagi dirinya.
  • Fungsi relegiusitas, cerpen dalam hal ini mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembacanya.

Ciri-Ciri Cerita Pendek

Cerpen berbeda dengan jenis karya tulis atau karangan yang lainnya. Berikut beberapa ciri khas dari cerpen.
  • Jalan ceritanya jelas  lebih pendek daripada  novel.
  • Sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata dan singkat padat dan jelas.
  • Biasanya isi cerita cerpen yaitu kebanyakan berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya atau fokus menceritakan satu tokoh saja.
  • Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami permasalahan atau sebuah konflik hingga pada tahap penyelesain konflik tersebut.
  • Pemakaian kata yang sederhana tetapi  mudah dikenal pembaca.
  • Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga para pembaca dapat ikut merasakan suatu kisah dari cerita tersebut.
  • Biasanya hanya terdapat 1 kejadian saja yang fokus untuk diceritakan.
  • Memiliki alur cerita yaitu tunggal dan lurus.
  • Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat dan jelas.

Struktur Cerpen yang Baik dan Benar

Berikut struktus cerpen yang baik dan benar, pastikan anda menggunakan struktur berikut ini ketika membuat cerpen.

1. Abstrak
Abstrak adalah ringkasan atau inti sari dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita tersebut. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa boleh tidak setiap cerpen terdapat struktur abstrak tersebut.

2. Orientasi
Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerita pendek tersebut. Orientasi biasanya juga disebut sebagai perkenalan pembuka dalam cerpen.

3. Komplikasi
Komplikasi berisi akan  urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan masalah mulai bermunculan.

4. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik atau permasalahan yang terjadi tersebut.

5. Resolusi
Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh untuk dapat menyelesaikan permasalahan atau konflik.

6. Koda
Pada bagian koda atau bagian akhir dari cerpen, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya. Karena pada koda kebanyakan berisi tentang nilai moral yang terdapat pada cerpen.

Baca Artikel ini : Pengertian Teks Prosedur


Unsur Instrinsik dari Cerpen

1. Tema
Tema merupakan sebuah gagasan pokok yang mendasari jalan cerita dari sebuah cerpen. Tema biasanya secara  langsung terlihat jelas di dalam cerita atau  tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus dengan teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

2. Alur / Plot
Jalan dari sebuah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan sebuah  urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > penyelesaian konflik.

3. Setting
Setting  berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana yang ada didalam cerpen tersebut.

4. Tokoh
Tokoh yaitu  pelaku yang terlibat dalam cerita pendek tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerpen terdapat tokoh protagonis atau tokoh bersifat baik dan antagonis atau tokoh yang bersifat jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung cerita.

5. Penokohan
Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam kisah cerita pendek tersebut. Sifat yang telah diberikan biasanya tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan pada cerpen ada  2 (dua) macam diantaranya.
  • Metode analitik,  yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh yang bersangkutan secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.
  • •Metode dramatik,  yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkan sifat tokoh secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran melalui sebuah percakapan, reaksi dari tokoh yang lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).

6. Sudut Pandang
Adalah cara pandang pengarang cerita tersebut  dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:
  • Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
  • Sudut Pandang Orang Pertama sebagai  Pelaku Sampingan
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

7. Amanat
Amanat adalah sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu. Amanat pada cerpen dapat secara tersirat maupun juga tersurat. Namun kebanyakan amanat cerpen secara tersirat agar lebih menarik.


Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik sebuah cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang cerpen tersebut.


Contoh Cerpen Singkat

                   Rajin Belajar

Hari Senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru pelajaran masing masing.

Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, IPA  dan PPKN. Mata pelajaran pertama hari ini adalah Matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan tugas yang ada pada  halaman 5 sampai 6.

Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal atau tugas dari ibu guru. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari semua materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes atau ujian harian dadakan.

Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang ke rumahnya masing masing. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama berjalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak terlalu jauh dari sekolahan.

“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka beruang baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.
“Asyik.” Ucap Dwi dengan gembira.
“Gimana, Tik, kamu mau  ikut tidak?”
“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada ujian harian dadakan.” Sanjang Tika dengan begitu polosnya.

Sesampainya di rumah masing-masing, Tika langsung berganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya pun dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika dia kurang paham dengan materi yang ada di buku.
Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi perkalian dan pembagian. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada ujian harian dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dan kebingungan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang ujian susulan.

Lain halnya dengan Tika yang sudah belajar. Dia mendapatkan  nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin dan tekun sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, yaitu Tika.
“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita akan  ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.

Demikian pemaparan dari kami tentang Cerpen Pendek ini. Semoga pemaparan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Belum ada Komentar untuk "Cara Membuat Cerpen yang Baik dan Benar dan Contoh Cerpen Singkat"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel